Israel Rusak Lingkungan Secara Sistematis

akhyar | Rabu, 03/11/2021 09:22 WIB


Israel telah mencabut sekitar 2,5 juta pohon di Palestina sejak 1967, 800.000 di antaranya adalah pohon zaitun. Warga Gaza sedang antri air minum. krisis air minum terjadi di Gaza menyusul krisis listrik sejak pertengah Juli ( Foto: dok. daarul quran/ republika.co.id)

Katakini.com,- Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyampaikan Israel secara sistematis merusak lingkungan di Palestina.

Hal itu disampaikan Shtayyeh pada Senin di Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP26 ke-26, di Glasgow, Skotlandia.

Dalam sebuah pernyataan, Shtayyeh menggarisbawahi masalah lingkungan yang diakibatkan Israel di Palestina.

Pemukiman Yahudi, tambang dan tempat pembuangan sampah di mana limbah kimia, elektronik atau padat dikumpulkan adalah salah satu faktor terpenting yang menyebabkan pencemaran lingkungan di Palestina, kata Shtayyeh.

Baca juga :
Mendes Yandri dan Kepala BRIN Akan Implementasikan Hasil Riset ke Tingkat Desa

Dia memperingatkan efek negatif dari ini akan berlipat ganda dengan perubahan iklim.

Baca juga :
Satu Prajurit UNIFIL Kembali Tewas dalam Serangan Mortir di Lebanon Selatan

"Mereka yang mengamati peta modern Palestina melihat bagaimana lingkungan telah dihancurkan secara sistematis," kata dia.

Dia mencatat bahwa Israel telah mencabut sekitar 2,5 juta pohon di Palestina sejak 1967, 800.000 di antaranya adalah pohon zaitun.

Baca juga :
Alfamidi Bakal Bagikan Dividen Rp396 Miliar Tahun Ini

Shtayyeh juga mengatakan bahwa anggaran air tahunan Palestina sekitar 800 juta meter kubik dan Israel telah "mencuri" 600 juta meter kubik.

Dia  menambahkan ini adalah bagian dari "kebijakan kolonialis sistematis Israel untuk mengubah tanah kami menjadi gurun dan merebutnya."

Laut Mati akan mengering pada 2044 karena sumber dayanya habis dan mineral serta garamnya ditambang untuk melayani industri Israel, Shtayyeh menggarisbawahi.

Palestina sedang berjuang dengan perubahan iklim dan langkah Palestina menandatangani Perjanjian Iklim Paris pada 2016 sebagai upayanya menyiapkan rencana adaptasi iklim.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
merusak lingkungan Israel pencemaran sistematis