Bank Indonesia Umumkan Uang Beredar Melambat per Maret

Akhyar Zein | Jum'at, 23/04/2021 20:38 WIB


Pertumbuhan kredit terkontraksi 4,0 persen, lebih dalam dari kontraksi 2,3 persen pada Februari Karyawan bank menghitung uang rupiah di sebuah bank di Jakarta. (foto: Beritasatu)

Katakini.com – Uang beredar dalam arti luas pada Maret melambat dari pertumbuhan bulan lalu, meski masih positif, ujar pengumuman Bank Indonesia, Jumat.

Posisi uang beredar dalam arti luar (M2) pada Maret 2021 sebesar Rp6.888 triliun atau tumbuh sebesar 6,9 persen dibanding tahun lalu.

Angka ini lebih rendah dibanding pertumbuhan pada Februari yang mencapai 11,3 persen.

Menurut Bank Indonesia, perlambatan M2 dipengaruhi perlambatan aktiva luar negeri bersih, perlambatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat, serta penurunan kredit.

Baca juga :
Klinik SMM Jadikan Momen Hari Kartini Perkuat Peran Perempuan dalam Layanan Kesehatan
Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih sebesar 7,9 persen, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2021 sebesar 11,5 persen.

Baca juga :
Sambut Pengesahan UU PPRT, Rerie Singgung Nilai-nilai Perjuangan RA Kartini
Demikian pula pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat sebesar 42 persen, lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya sebesar 50,8 persen.

Selain itu, pertumbuhan kredit terkontraksi 4,0 persen, lebih dalam dari kontraksi 2,3 persen pada Februari.

Baca juga :
Mendes PDT Ajak BUMN dan Swasta Tingkatkan Kepedulian kepada Desa

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Uang beredar pertumbuhan terkontraksi