
Perumahan Bumi Nasio Indah Bekasi terendam banjir
Katakini.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 176 ribu orang terdampak banjir yang melanda wilayah Bekasi, Karawang, dan Tangerang pada Senin.
Menurut data yang dirilis BNPB, sebanyak 31 ribu orang di antaranya harus mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir.
Korban terdampak banjir tersebar di Kabupaten Bekasi sebanyak 100 ribu orang, Kabupaten Karawang sebanyak 52 ribu orang, dan di Kota Tangerang sebanyak 12 ribu orang.
Sedangkan jumlah pengungsi terbanyak berada di Karawang, yakni mencapai 19 ribu orang hingga Senin siang.
Banjir di Kabupaten Karawang terjadi setelah Sungai Cibeet, Sungai Citarum, dan Sungai Cilamaya meluap. Ketinggian banjir mencapai 2,6 meter.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut.
Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir telah mulai disalurkan, berdasarkan pemantauan yang dia lakukan pada Senin pagi.
Bantuan untuk warga di area yang jalan darat terputus akan disalurkan lewat jalur udara.
Menurut Doni, BNPB juga akan mengevakuasi korban yang memiliki gangguan kesehatan, penduduk lanjut usia, serta ibu hamil.
“Masyarakat yang butuh bantuan evakuasi, segera cari helipad yang relatif lebih aman agar bisa kita evakuasi dari lokasi bencana,” kata Doni melalui siaran virtual, Senin.
—Tanggul Sungai Citarum jebolMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan ada sejumlah tanggul sungai dan tanggul irigasi di Sungai Citarum yang jebol sehingga menyebabkan banjir.
Akibatnya, empat desa di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi terencam banjir sejak Minggu dini hari dengan ketinggian 1-2,5 meter.
Menurut Basuki, tanggul jebol dipicu oleh tingginya debit air dari Sungai Cibeet, yang merupakan anak sungai Citarum di hilir Waduk Jatiluhur.
Debit air tercatat mencapai 1.300 meter kubik per detik, sedangkan daya tampungnya hanya sekitar 1.100 meter kubik per detik sehingga menyebabkan air meluap.
Basuki menuturkan timnya telah menangani tanggul yang jebol ini.
"Kami sudah bergerak, dari Balai Besar Citarum, untuk segera mengatasi dan menutupnya,” kata Basuki.
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu banjir di sejumlah wilayah di Indonesia.
Menurut BMKG, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Februari ini hingga awal Maret 2021.(Anadolu Agency)
Jum'at, 10/04/2026