Pelajar Berbasis Pesantren Diminta Mampu Mengadaptasi Isu-Isu Kekinian

yahya | Selasa, 01/09/2020 05:07 WIB


Pendidikan Islam jangan terlalu dalam mengenang zaman keemasan dan romantisme sejarah masa lalu. Ilustrasi Pondok Modern Darussalam Gontor 1, Ponorogo, Jawa Timur. Foto: gontornews

Katakini.com - Pemerintah meminta agar santri dan pelajar berbasis pesantren mampu beradaptasi dengan isu-isu kekinian.

"Para santri dan pelajar yang berbasis pesantren harus terus menjadi manusia pembelajar yang mampu merespon isu-isu dan kebutuhan kekinian," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani di Jakarta, Senin (31/8).

Ramndhani mengatakan, pendidikan Islam pada era milenial masih mendapat tantangan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman digital.

Di era industri 4.0 lembaga-lembaga pendidikan Islam menghadapi tekanan globalisasi yang semakin kuat di antaranya laju perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

Ia menjelaskan, institusi pendidikan Islam itu luas, meliputi madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

Ramdhani mengingatkan agar semua institusi itu adaptatif pada dinamika kekinian.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan Islam jangan terlalu dalam mengenang zaman keemasan dan romantisme sejarah masa lalu.

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?

"Orang terpelajar adalah pemilik masa lalu dan orang yang terus belajar akan menjadi pemilik masa depan," ujarnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
pelajar pesantren kekinian