Ini Manfaat Besek Bambu Jika jadi Tradisi di Desa

Budi Wiryawan | Rabu, 26/08/2020 19:05 WIB


Besek bambu merupakan kemasan tradisional yang sudah lama menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang terbuat dari anyaman bambu Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (Humas Kemendes)

Katakini.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar berupaya agar Besek Bambu kembali menjadi tradisi di desa-desa.

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini mengatakan, dengan digunakannya kembali besek bambu akan ada dua dampak positifnya.

“Pertama ramah lingkungan. Kedua, memperkerjakan penduduk setempat untuk menganyam besek,” ungkap Gus Menteri saat siaran langsung di Instagram bersama Bukalapak pada Rabu, (26/8/2020).

Gus Menteri menceritakan pengalaman waktu kecilnya. Menurutnya, dulu kalau ada selametan atau tasyakuran itu bingkisan makanannya itu dibungkus pakai besek bambu.

Baca juga :
Ini 6 Kebiasaan Sepele yang Tanpa Disadari Bikin Sperma Loyo

“Dulu semua begitu, sekarang kan menggunakan mangkok plastik. Saya lagi berusaha agar tradisi itu dihidupkan kembali di desa-desa,” ucapnya

Baca juga :
Tata Cara Mandi Sunnah Jumat Agar Berpahala Sempurna

Ia mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan hutan-hutan bambu di beberapa daerah. Supaya supply and demandnya saat memproduksi besek bambu tercukupi.

“Itu bagus banget kalau bisa terjadi, ramah lingkungan kita,” ungkap penerima gelar doktor honoris causa Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Baca juga :
Langgar Aturan, Google Didenda Sebesar Rp182 Triliun

Besek bambu merupakan kemasan tradisional yang sudah lama menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang terbuat dari anyaman bambu bertutup yang bentuknya segi empat.

Gus Menteri mengakui kalau hasil dari produk-produk lokal tidak kalah dengan produk-produk dari luar negeri.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengakui, tidak hanya barang yang ada di rumahnya, semua pakaian dan aksesoris yang dikenakannya juga merupakan hasil dari produk lokal.

“Saya selalu berupaya untuk menggunakan produk lokal, produk-produk UMKM, utamanya yang ada di sekitar wilayah saya,” ucpanya.

“Misalnya dulu saya di Surabaya, semua aksesoris saya dari ikat pinggang, sepatu, peci, dan lain-lain itu produk Sidoarjo. Tas kerja saya itu produk UMKM Surabaya,” kata Mantan Ketua DPRD Jombang ini

Namun demikian, lanjut Gus Menteri, masalah dalam menggunakan produk lokal memang kurang banyak dikenali oleh masyarakat.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kemendes PDTT Besek Bambu