China Perpanjang Sengketa Impor Anggur Australia

| Rabu, 19/08/2020 06:40 WIB


China adalah pasar utama bagi ekspor anggur Australia dengan penjualan bernilai lebih dari $ 790 juta pada tahun lalu dan menguasai 37 persen pangsa pasarnya. Perkebunan Anggur

Katakini.com - Pemerintahan China akan  memperpanjang sengketa perdagangan dan diplomatiknya yang sengit dengan Australia, dengan meluncurkan investigasi antidumping terhadap impor minuman anggur Australia.

Kementerian Perdagangan China menyatakan penyelidikan diluncurkan atas permintaan Asosiasi Minuman Beralkohol China, yang menuduh bahwa produsen anggur Australia memangkas tajam harga produk yang mereka jual di China. Hal tersebut selanjutnya merusak industri anggur domestik China

Kementerian menyatakan investigasi akan berlangsung selama satu tahun penuh, dengan kemungkinan diperpanjang enam bulan lagi hingga 18 Februari 2022.

Pengumuman Beijing mengenai penyelidikan antidumping itu menyebabkan harga saham Treasury Wine Estate, produsen anggur tunggal terbesar di dunia, yang berbasis di Australia, sempat merosot hingga 20 persen pada hari Selasa (18/8) sebelum dihentikan sebentar penjualannya, dan kemudian turun 13 persen pada perdagangan sore hari.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

China adalah pasar utama bagi ekspor anggur Australia dengan penjualan bernilai lebih dari $ 790 juta pada tahun lalu dan menguasai 37 persen pangsa pasarnya, disusul oleh Perancis yang menguasai 27 persen pangsa pasarnya.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Treasury Wine Estates mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan pihaknya akan bekerja sama dengan permintaan informasi apapun yang diajukan pihak berwenang China atau Australia.

Menteri Perdagangan Federal Australia Simon Birmingham menyebut penyelidikan oleh Beijing itu sebagai “perkembangan yang sangat mengecewakan dan membingungkan.” (uh/ab/VoA)

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pangsa Buah Ekonomi China Sengketa Dagang