dr Reisa: "Dexamethasone Bukan Obat Pencegahan Covid-19"

Budi Wiryawan | Jum'at, 19/06/2020 23:08 WIB


Obat ini dikonfirmasi untuk kasus berat dan kritis yaitu kasus Covid-19 yang membutuhkan ventilator dan alat bantu pernafasan Dokter Reisa Broto Asmoro

Katakini.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menegaskan, obat dexamethasone tidak bisa dikonsumsi sembarangan, harus sesuai petunjuk dokter dan bukan merupakan obat pencegahan terhadap Covid-19.

Baru-baru ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rilis terkait penggunaan obat dexamethasone yang dinilai bermanfaat untuk kasus berat Covid-19. Tidak lama rilis keluar banyak yang mencari obat ini.

"Kalau ditelaah tentang obat ini merupakan obat golongan kortikosteroid. Obat ini bekerja mengurangi peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh," kata Tim Komunikasi Gugus Tugas dokter Reisa Broto Asmoro, Jumat (19/6/2020).

Sama seperti steroid lanjutnya, yang dihasilkan oleh tubuh secara alami dan sama dengan obat kortikosteroid lainnya, obat ini yang digunakan dalam jangka panjang tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba.

Baca juga :
Studi: 95 Persen Mikroba di Bumi Punya Kemampuan Mengurai Plastik

Dokter yang akan menurunkan dosis secara bertahap sebelum menghentikan obat ini. Meskipun harganya terjangkau, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini agar tidak terjadi efek samping, terutama memiliki alergi pada makanan, obat maupun bahan lain yang terkandung di dalamnya.

Baca juga :
"Super El Nino" Berpotensi Terjadi, Ilmuwan Sebut Bukan Ancaman Iklim Terbesar

"Berhati-hati karena dosis dan lama penggunaan obat ini diberikan berdasarkan usia, kondisi dan reaksi pasien terhadap obat," ucapnya.

Penderita yang telah mengonsumsi obat dalam jangka panjang tidak boleh menghentikan tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter. Penggunaan jangka panjang juga ada efek sampingnya.

Baca juga :
Harga BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Anggota DPR Kritik Pertamina

Dokter Reisa pun berpesan agar mengikuti saran WHO yakni obat ini dikonfirmasi untuk kasus berat dan kritis yaitu kasus Covid-19 yang membutuhkan ventilator dan alat bantu pernafasan.

Obat ini dianjurkan karena bisa mencegah kematian 20-30 persen dari kasus-kasus tersebut. Obat ini tidak memiliki dampak atau terapi untuk kasus-kasus konfirmasi yang sakit ringan atau tanpa gejala.

"Obat ini tidak memiliki khasiat pencegahan. Ini bukan penangkal Covid-19, bukan vaksin. Ini merupakan kombinasi obat-obatan," imbuhnya.

Pemakaian obat-obat steroid untuk Covid-19 tambahnya, hanya dibolehkan dalam pengawasan ahli seperti para dokter dan dilakukan di sarana dengan fasilitas memadai yang bisa menangani efek samping yang bisa terjadi.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Covid 19 Dexamethasone Reisa Broto