
Katakini.com - Anggota DPR, yang juga selebriti, Arzeti Bilbina meminta para pejabat menggunakan bahasa yang dimengerti rakyat saat menjelaskan penanganan pandemi covid-19.
"Benar, setuju (dengan kata Direktur YPKKI (dr Marius Widjajarta), gunakan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat. mungkin bicara `social distancing` dan `phisycal distancing` itu yang hanya memahami satu dua orang saja," kata Arzti Bilbina pada diskusi daring di Jakarta, Senin (11/5/2020).
Menurut dia, bahasa yang mudah dimengerti akan membuat masyarakat lebih memahami pentingnya tindakan penanganan dan pencegahan pandemi COVID-19.
"Dengan memberikan informasi dan melibatkan masyarakat, mari kita memecah mata rantai, jangan menjadi rantai pandemi COVID-19," katanya.
Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia dr Marius Widjajarta menyebutkan pemerintah perlu menggunakan komunikasi yang bisa dipahami ketika menyampaikan informasi maupun edukasi tentang COVID-19 bagi masyarakat.
"Kalau bisa, kita menggunakan teori komunikasi yang benar, sekarang itu pejabat itu ngomongnya bahasa Inggris," kata Marius.
Menurut dia tidak seluruh masyarakat bisa mengerti dengan penggunaan istilah-istilah dari bahasa asing. Padahal penanganan pandemi sangat memerlukan pemahaman yang baik dari seluruh lapisan masyarakat.
"Teori komunikasi itu mestinya bahasa yang mudah dipahami. Supaya terjadi perubahan perilaku itu ada beberapa tahapan, orang melihat dulu, mendengar, mencoba, setelah itu baru terjadi perubahan perilaku, oleh sebab itu bahasa ini menurut saya perlu disederhanakan," ujarnya.
Jum'at, 10/04/2026