AS Pastikan Stabilitas di Irlandia Setelah Inggris Keluar dari UE

| Selasa, 03/09/2019 08:07 WIB


Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson sudah berjanji tidak akan meminta penundaan lebih lanjut dari Brussels. Wapres AS Michael R Pence.

Washington - Wakil Presiden Mike Pence, mengatakan, Amerika Serikat (AS) menginginkan stabilitas di Irlandia setelah Inggris keluar dari Uni Eropa.

"Kami akan terus bekerja sama dengan mitra kami di Irlandia dan Inggris untuk mendukung rencana Brexit yang mendorong stabilitas dan juga menjaga fondasi yang kuat yang ditempa Perjanjian Jumat Agung (1998)," kata Pence.

Perjanjian Jumat Agung mengakhiri konflik beberapa dekade di wilayah tersebut pada 1998 dengan menciptakan demiliterisasi antara Irlandia dan Irlandia Utara.

"Kami memahami ini adalah masalah yang kompleks," kata Pencet.

Baca juga :
Hukum Puasa Hari Tertentu Karena Tradisi Menurut Syariat

Pernyataan itu dilontarkan di tengah keingingn Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan semakin kuat.

Baca juga :
Hari Hiu Paus Sedunia Setiap 30 Agustus, Ini Sejarah hingga Maknanya

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson sudah berjanji tidak akan meminta penundaan lebih lanjut dari Brussels.

"Saya ingin semua orang tahu bahwa tidak ada lagi alasan di mana saya akan meminta Brussels untuk menunda. Kami akan pergi pada tanggal 31 Oktober - tidak ada apa-apa atau tidak ada," katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca juga :
Ini Sejarah dan Makna dari Hari Anti-Penghilangan Paksa Internasional

"Kami tidak akan menerima segala upaya untuk menepati janji kami atau menggosok referendum itu," tambahnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Boris Johnson Amerika Serikat Mike Pence