Perintah Eksekutif Trump Bidik Perusahaan Huawei

| Kamis, 16/05/2019 11:49 WIB


Surat perintah itu akan membuka jalan bagi larangan melakukan bisnis dengan produsen teknologi informasi Huawei, asal China, meskipun tidak menyebutkan nama negara atau perusahaan tertentu. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengunjungi perbatasan negara itu dengan agen patroli perbatasan di Mission, Texas (Foto: Leah Mills/Reuters)

Teheran, Etoday.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif, yaitu larangan perusahaan Amerika menggunakan peralatan telekomunikasi dari perusahaan teknologi yang menimbulkan resiko keamanan nasional.

Surat perintah itu akan membuka jalan bagi larangan melakukan bisnis dengan produsen teknologi informasi Huawei, asal China, meskipun tidak menyebutkan nama negara atau perusahaan tertentu.

Dilansir dari Al Jazeera, perintah eksekutif tersebut telah dipertimbangkan selama lebih dari setahun, tetapi berulang kali ditunda.

Di bawah Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional, presiden memiliki wewenang  dalam mengatur perdagangan dan menanggapi keadaan darurat nasional yang mengancam Washington.

Baca juga :
Studi: 95 Persen Mikroba di Bumi Punya Kemampuan Mengurai Plastik

"Presiden menjelaskan, kebijakan itu diperlukan untuk menjaga AS tetap aman dan sejahtera. Melindungi As dari musuh asing yang secara aktif dan semakin mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur, layanan teknologi informasi dan komunikasi di AS," kata pernyataan Gedung Putih.

Baca juga :
"Super El Nino" Berpotensi Terjadi, Ilmuwan Sebut Bukan Ancaman Iklim Terbesar

"Pesanan menargetkan transaksi yang menimbulkan resiko yang tidak semestinya efek bencana pada keamanan atau ketahanan infrastruktur kritis Amerika Serikat atau ekonomi digital AS," sambungnya.

Surat itu meminta Departemen Perdagangan bekerja dengan lembaga pemerintah lainnya untuk menyusun rencana pemberlakuan perintah itu dalam 150 hari.

Baca juga :
Harga BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Anggota DPR Kritik Pertamina

Seorang  anggota Kongres mengatakan perintah itu ditujukan langsung ke perusahaan Cina seperti Huawei yang menurut pejabat intelijen AS dapat digunakan oleh negara China untuk melakukan kegiatan mata-mata.

Perintah eksekutif itu keluar pada saat hubungan antara China dan AS mengalami masa sulit, karena dua negara ekonomi terbesar di dunia memungut tarif pajak yang terus meningkat meningkat. Penjualan ritel di China melambat bulan lalu. Produksi dan investasi industri juga lemah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Perusahaan Huawei Amerika Serikat