
Ketua BKSAP DPR, Syahrul Aidi Maazat.
JAKARTA - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Ma’azat, menegaskan kepentingan ekonomi dan industri hiburan perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab kemanusiaan.
Hal itu ia sampaikan merespons konser Andrea Bocelli di Indonesia. Adapun rekam jejak serta figur publik tersebut berkaitan dengan dukungannya terhadap Israel.
Menurutnya, Indonesia tetap terbuka bagi seniman dunia, tetapi keterbukaan tersebut harus disertai kepekaan terhadap nilai keadilan, perdamaian, dan penghormatan terhadap hak bangsa Palestina.
“Kami mengajak masyarakat mendukung sikap yang berpihak pada kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina melalui cara-cara yang damai dan bertanggung jawab," kata Syahrul, dalam keterangan persnya, dikutip Minggu (25/10).
"Yang kita tolak bukan seni atau bangsa tertentu, melainkan segala bentuk dukungan terhadap penjajahan dan penderitaan rakyat sipil. Palestina berhak merdeka, dan Indonesia harus tetap konsisten memperjuangkannya,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, pihaknya mendukung sikap tegas Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) yang secara tegas menolak rencana konser tersebut.
“Indonesia tidak menolak seni, musik, maupun pertukaran budaya yang memperkaya peradaban. Namun, kita juga tidak boleh mengabaikan sensitivitas kemanusiaan ketika rakyat Palestina terus menghadapi penderitaan. Pemerintah perlu mempertimbangkan persoalan ini secara serius, objektif, dan konsisten,” tegasnya.