DPR Sentil Syed Saddiq yang Serukan Boikot Indonesia: Jangan Munafik

M.Habib Saifullah | Kamis, 15/10/2026 20:14 WIB


DPR Sentil Syed Saddiq yang Serukan Boikot Indonesia: Jangan Munafik Anggota DPR RI Firman Soebagyo. Foto: dok. Katakini

JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyentil anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq yang menyerukan boikot terhadap Indonesia.

Firman meminta Malaysia tidak bersikap munafik dengan mengabaikan kontribusi Indonesia, sementara perusahaan asal negara tersebut turut menikmati kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia.

Firman menilai seruan boikot tersebut provokatif dan berpotensi memperkeruh hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin lama.

Ia pun meminta parlemen Malaysia memahami sejarah hubungan Indonesia dan Malaysia sebelum melontarkan pernyataan yang dapat memicu ketegangan.

Baca juga :
Bahaya Menjadikan Jumlah Like Sebagai Ukuran Harga Diri

“Buka mata dan telinga kalian! Jangan munafik!” tegas Firman dalam siaran pers, Kamis (15/10).

Baca juga :
Jose Mourinho Mengaku Sempat Salah Strategi

Menurut Firman, seruan boikot itu terkesan hanya untuk mencari popularitas. Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki peran dalam perkembangan Malaysia, termasuk di bidang pendidikan ketika negara tersebut belum semaju sekarang.

“Ini tindakan provokatif anggota parlemen yang hanya mencari popularitas murahan. Anggota parlemen harus belajar sejarah bagaimana orang Malaysia belajar di Indonesia waktu Malaysia belum maju,” ujar Politikus Golkar tersebut.

Baca juga :
Ingat Pentingnya Tabayyun Sebelum Sebar Berita di Medsos

Firman juga menyoroti aktivitas perusahaan asal Malaysia yang berinvestasi di sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan sektor sumber daya alam lainnya di Indonesia.

Ia mempertanyakan dampak aktivitas perusahaan-perusahaan tersebut terhadap kelestarian lingkungan dan hutan di Tanah Air.

Selain persoalan lingkungan, Firman menyoroti dugaan aliran dana hasil pemanfaatan kekayaan alam Indonesia yang disimpan di luar negeri, termasuk Malaysia dan Singapura.

Ia meminta persoalan tersebut ditelusuri secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Berapa banyak uang, berapa triliun hasil mengeruk kekayaan alam kita, hasil sawit, hasil tambang, hasil hutan, yang disimpan di negara mereka termasuk Singapura? Mereka kaya dari hasil bumi Indonesia, lalu uangnya disimpan di bank-bank Malaysia dan Singapura. Buka mata kalian!” kecamnya.

Firman menilai Indonesia tidak seharusnya mendapat tekanan ekonomi dari negara yang perusahaan-perusahaannya juga memperoleh manfaat dari kekayaan alam Indonesia.

“Mereka mengeruk kekayaan alam kita, merusak hutan kita, lalu uangnya mereka simpan di negara mereka, termasuk Singapura. Mereka kaya raya dari Indonesia, lalu sekarang mau memboikot dan menekan finansial Indonesia? Ini logika terbalik, ini munafik!” ujarnya.

Sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Politik KADIN Indonesia, Firman mendesak pemerintah mengevaluasi perusahaan asing yang beroperasi di sektor sumber daya alam.

Ia meminta tindakan tegas, termasuk pencabutan izin usaha, terhadap perusahaan yang terbukti melanggar hukum dan merusak lingkungan.

Ia juga mendesak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Kementerian Keuangan menelusuri aliran dana yang diduga berasal dari eksploitasi sumber daya alam Indonesia dan disimpan di luar negeri.

“Saya mendesak evaluasi menyeluruh. Nasionalisasi dan cabut izin perusahaan Malaysia di Indonesia yang terkait sumber daya alam yang merusak hutan. Saya juga mendesak PPATK dan Kementerian Keuangan untuk membuka data, berapa besar dana hasil eksploitasi sumber daya alam Indonesia yang dilarikan dan disimpan di Malaysia dan Singapura. Biar rakyat tahu,” tegasnya.

Firman menambahkan, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki peran strategis dalam hubungan ekonomi dan sosial di Asia Tenggara. Karena itu, ia meminta semua pihak menjaga hubungan bilateral dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai kepentingan nasional masing-masing.

Menurut dia, semangat persaudaraan antara dua negara serumpun harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar menjadi slogan ketika muncul persoalan.

“Jangan kalau ada masalah selalu mengklaim bangsa serumpun, tetapi kelakuannya merampok kekayaan alam serumpunnya sendiri,” pungkas Firman.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Firman Soebagyo Parlemen Malaysia Syed Saddiq