HUT Kota Yogyakarta Setiap 7 Oktober, Ini Sejarah hingga Maknanya

Vaza Diva | Rabu, 07/10/2026 07:07 WIB


Setiap tanggal 7 Oktober, masyarakat Indonesia merayakan Hari Jadi atau Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta. Ilustrasi - Candi Prambanan, salah satu wisata di kota Yogyakarta (Foto: Vaza/Jurnas.com)

JAKARTA - Setiap tanggal 7 Oktober, masyarakat Indonesia merayakan Hari Jadi atau Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta.

Kota yang lekat dengan julukan Kota Pelajar dan Kota Budaya ini menyimpan perjalanan sejarah panjang yang menandai lahirnya pusat peradaban dan pemerintahan di tanah Jawa.

Sejarah penetapan 7 Oktober sebagai Hari Jadi Kota Yogyakarta berakar dari peristiwa bersejarah pada tahun 1756.

Pasca-Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 yang membagi Kerajaan Mataram Islam, Sri Sultan Hamengku Buwono I mulai membangun Istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Baca juga :
Pelajaran dan Hikmah Kisah Bilal Bin Rabah

Selama proses pembangunan istana berlangsung, Sultan HB I beserta keluarga dan pengikutnya menetapkan kediaman sementara di Pesanggrahan Ambarketawang.

Baca juga :
TTeruskan Transformasi Perusahaan, Thomas Oentoro Terpilih Pimpin Maskapai Garuda Indonesia

Puncak peristiwa sejarah itu terjadi pada Kamis Pahing, 13 Sura 1682 (dalam penanggalan Jawa) atau tepat 7 Oktober 1756.

Pada hari tersebut, Sultan HB I beserta seluruh keluarga dan pengikutnya melakukan prosesi boyongan atau pindah kediaman secara resmi dari Pesanggrahan Ambarketawang menuju Keraton Yogyakarta yang telah selesai dibangun.

Baca juga :
Nasihat Kepada Ulil Amri, Mewujudkan Keadilan Amanah Kepemimpinan

Peristiwa boyongan inilah yang kemudian ditetapkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai titik awal berdirinya Kota Yogyakarta.

Makna mendalam dari peringatan 7 Oktober tidak hanya sekadar mengenang peristiwa kepindahan fisik sang raja, melainkan simbol lahirnya tata ruang peradaban yang kaya filosofi.

Pembangunan istana yang digagas Sultan HB I dirancang berlandaskan sumbu filosofi menghubungkan Gunung Merapi, Tugu Pal Putih, Keraton Yogyakarta, hingga Panggung Krapyak.

Sumbu ini melambangkan harmoni hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta (Hablum Minallah) serta manusia dengan sesamanya (Hablum Minannas).

Hingga kini, peringatan HUT Kota Yogyakarta setiap 7 Oktober senantiasa disambut meriah dengan berbagai ajang seni budaya lokal, salah satunya gelaran tahunan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) di kawasan Tugu Yogyakarta.

Momen ini sekaligus menjadi pengingat bagi warga dan wisatawan akan semangat menjaga kelestarian budaya, keharmonian sosial, dan jati diri Jogja sebagai pusat kebudayaan Nusantara.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
HUT Kota Yogyakarta 7 Oktober Peringatan Nasional Bulan Oktober