Mengeluh Pasangan Tak Sesuai Ekspektasi? Saatnya Introspeksi Diri

Anggoro Aristo Priambodo | Senin, 28/09/2026 14:18 WIB


Sebelum Menyalahkan Pasangan, Mari Evaluasi Kualitas Diri Sendiri Dulu Ilustrasi obrolan suami istri

Katakini.com - Setiap manusia tentu mendambakan sosok pasangan hidup yang sempurna dan sesuai dengan segala angan-angannya.

Namun, realita pernikahan kerap menghadirkan dinamika yang tak selalu sejalan dengan ekspektasi awal kita.

Ketika kekecewaan mulai hadir, refleks pertama sebagian orang adalah menyalahkan keadaan atau kekurangan pasangannya.

Padahal, Islam mengajarkan setiap Muslim untuk senantiasa mengedepankan introspeksi diri atau muhasabah dalam menghadapi setiap persoalan hidup.

Baca juga :
Pelajaran dan Hikmah Kisah Bilal Bin Rabah

Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya mawas diri melalui hadis riwayat Tirmidzi, “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.”

Baca juga :
TTeruskan Transformasi Perusahaan, Thomas Oentoro Terpilih Pimpin Maskapai Garuda Indonesia

Sering kali apa yang kita keluhkan dari pasangan sebenarnya merupakan cerminan dari kualitas dan ikhtiar diri kita sendiri.

Allah SWT telah menegaskan prinsip cerminan jodoh ini secara gamblang dalam Surah An-Nur ayat 26, yang menyatakan bahwa wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula.

Baca juga :
Nasihat Kepada Ulil Amri, Mewujudkan Keadilan Amanah Kepemimpinan

Ayat tersebut menjadi peringatan halus agar kita berfokus memantaskan diri terlebih dahulu sebelum menuntut kesempurnaan dari orang lain.

Pernikahan bukanlah medan untuk saling menuntut, melainkan ruang beramal untuk saling melengkapi dan menutupi kekurangan.

Allah SWT juga mengingatkan dalam Surah Ar-Rum ayat 21 bahwa tujuan pernikahan adalah untuk menciptakan ketenangan (sakinah), rasa cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah).

Ketenangan dalam rumah tangga tersebut hanya bisa terwujud jika kedua belah pihak saling menurunkan ego dan memperbanyak sabar.

Melihat kekurangan pasangan dengan kacamata kasih sayang akan membantu kita menyadari bahwa kita pun memiliki banyak cela yang ditutupi oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis riwayat Muslim, “Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah; jika ia tidak menyukai satu perangainya, tentu ia menyukai perangainya yang lain.”

Mengubah sudut pandang dari menuntut menjadi bersyukur adalah kunci utama untuk meraih keberkahan dan kebahagiaan dalam pernikahan.

Mari jadikan setiap ujian bersama pasangan sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas iman kita.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
muhasabah diri rumah tangga kekecewaan pada pasangan