Fenomena Tren Ateisme dan Agnostisisme pada Generasi Z

Anggoro Aristo Priambodo | Rabu, 23/09/2026 10:06 WIB


Ancaman Tren Ateisme dan Agnostisisme di Kalangan Generasi Muda Ilustrasi pemuda ajak teman kajian

Katakini.com - Fenomena berkembangnya paham ateisme dan agnostisisme di kalangan Generasi Z kini menjadi tantangan serius bagi keutamaan akidah umat Islam.

Perkembangan teknologi informasi dan gelombang pemikiran sekuler yang meluas tanpa filter menjadi salah satu pemicu utama keraguan spiritual generasi muda.

Islam sejatinya telah menegaskan bahwa setiap manusia terlahir dengan memiliki fitrah ketuhanan yang murni di dalam dirinya.

Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman mengenai fitrah tauhid manusia dalam Surah Ar-Rum ayat 30 sebagai ciptaan yang tidak boleh diubah.

Baca juga :
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Timnas Singapura

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam juga menegaskan fitrah ini dalam Hadis Riwayat Bukhari bahwa setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah suci.

Baca juga :
HUT Sulawesi Utara Diperingati Setiap 23 September, Ini Sejarahnya

Dalam hadis tersebut, Beliau menjelaskan bahwa lingkungan dan pola asuh orang tualah yang kemudian membentuk keyakinan agama sang anak.

Gelombang skeptisisme agama kerap berakar dari kurangnya pemahaman literasi keagamaan yang mendalam serta minimnya ruang dialog yang inklusif.

Baca juga :
Mengapa Hari Maritim Nasional Diperingati Setiap 23 September?

Banyak pemuda terjebak dalam argumen rasionalitas sempit tanpa menyadari keagungan ciptaan Allah yang ada di alam semesta.

Allah Subhanahu wa Ta`ala mengajak manusia untuk menggunakan akalnya secara benar melalui peringatan dalam Surah Ali `Imran ayat 190-191.

Ayat tersebut mengimbau kaum yang berakal (ulul albab) untuk merenungkan penciptaan langit dan bumi sebagai tanda kekuasaan-Nya.

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam dalam Hadis Riwayat Muslim telah memperingatkan akan datangnya fitnah syubhat yang dapat merusak keimanan seseorang.

Menghadapi tantangan fenomena ini, lembaga pendidikan Islam dan para dai dituntut untuk mengadopsi pendekatan dakwah yang lebih persuasif dan komunikatif.

Penguatan pondasi akidah di lingkungan keluarga menjadi benteng utama dalam menjaga generasi muda dari gempuran paham yang mengikis keimanan.

Sinergi antara orang tua, ulama, dan pendidik sangat diperlukan untuk menjawab keraguan intelektual Gen Z secara bijak dan berlandaskan dalil.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta`ala senantiasa menjaga keimanan generasi muda Muslim agar tetap teguh berpegang teguh pada risalah Islam.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ateisme Gen Z akidah Islam generasi muda