Pentingnya Menjauhi Tempat Fitnah dalam Pandangan Ajaran Islam

Anggoro Aristo Priambodo | Selasa, 22/09/2026 11:01 WIB


Umat Islam dianjurkan menjauhi lokasi fitnah demi menjaga keimanan. Ilustrasi wanita dan dunia

Katakini.com - Menjauhi tempat dan situasi yang berpotensi menimbulkan fitnah merupakan bagian dari strategi menjaga kesucian iman seorang muslim.

Dalam syariat Islam, tindakan preventif atau sadd adz-dzari`ah sangat ditekankan agar seseorang tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan.

Allah Subhanahu wa Ta`ala mengingatkan bahaya fitnah yang dampaknya tidak hanya menimpa pelaku kejahatan saja.

Peringatan tersebut tertuang dalam Surah Al-Anfal ayat 25: “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu.”

Baca juga :
Lima Ayat di Al-Qur`an yang Menggambarkan Hari Kiamat

Seorang muslim hendaknya memiliki kewaspadaan tinggi terhadap tempat-tempat yang dapat merusak moral dan akidahnya.

Baca juga :
Bacaan Doa agar Tidak Menyimpan Rasa Iri

Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam telah memberikan petunjuk jelas mengenai pentingnya menghindari area yang dipenuhi subhat dan keharaman.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang memelihara diri dari syubhat, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya.”

Baca juga :
Sejarah dan Asal Usul Hari Lalu Lintas Bhayangkara Setiap 22 September

Kehadiran seseorang di tempat yang buruk dapat memicu prasangka negatif serta melemahkan benteng ketakwaan dalam diri.

Allah juga memerintahkan hamba-Nya untuk berpaling dari majelis atau lingkungan yang memperolok-olokan ayat-ayat-Nya.

Perintah ini secara tegas tercantum dalam Surah Al-An`am ayat 68: “Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka.”

Selain itu, Rasulullah mengingatkan bahwa fitnah di akhir zaman akan datang bagaikan potongan-potongan malam yang gelap gulita.

Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah bersabda: “Orang yang duduk pada masa fitnah lebih baik daripada orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan.”

Menjauhi lokasi maksiat juga menjadi sarana efektif untuk menjaga kesehatan hati dari pengaruh lingkungan yang toksik.

Langkah ini membantu seorang mukmin agar tetap konsisten berada di jalan yang lurus sesuai tuntunan Al-Qur`an dan Sunnah.

Memilih lingkungan yang kondusif adalah bentuk kesadaran spiritual untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
hukum menghindari fitnah menjaga iman dan kehormatan