Hukum Memanfaatkan dan Menjual Barang Bekas Menurut Islam

Anggoro Aristo Priambodo | Selasa, 15/09/2026 21:01 WIB


Panduan Syariat Islam dalam Memanfaatkan dan Menjual Barang Bekas Ilustrasi tumpukan barang di gudang

Katakini.com - Islam merupakan agama yang sangat fleksibel dan mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk penggunaan barang bekas.

Pada dasarnya, pemanfaatan dan jual beli barang bekas hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan dalam syariat.

Allah SWT secara umum menghalalkan aktivitas perdagangan sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 275.

Syarat utama agar barang bekas boleh dimanfaatkan atau dijual adalah status barang tersebut harus suci dan bernilai manfaat.

Baca juga :
Mengadu Kepada Allah, Tempat Mengadu Terbaik Saat Duka

Barang bekas tidak boleh berasal dari zat yang haram, najis, atau barang hasil curian yang merugikan orang lain.

Baca juga :
Wanita Dirindu Surga, Karakteristik Khusus Calon Penghuni Surga

Prinsip dasar muamalah menegaskan bahwa setiap transaksi harus didasari atas rasa saling ridha antara kedua belah pihak.

Ketentuan ini sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya pada Surah An-Nisa ayat 29.

Baca juga :
Pelajaran dan Hikmah Kisah Bilal Bin Rabah

Dalam transaksi jual beli barang bekas, penjual wajib berlaku jujur dan tidak menyembunyikan cacat atau kerusakan.

Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya kejujuran agar akad jual beli membawa keberkahan bagi penjual maupun pembeli.

Dalam hadits riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa kejujuran akan mendatangkan keberkahan dalam bertransaksi.

Jika terdapat cacat pada barang bekas, pembeli berhak mendapatkan hak khiyar atau pilihan untuk membatalkan atau melanjutkan akad.

Menggunakan barang bekas yang masih layak pakai juga menjadi sarana efektif untuk menghindari perilaku pemborosan.

Allah SWT dengan tegas melarang sikap mubazir dan pemborosan dalam firman-Nya pada Surah Al-Isra ayat 26 dan 27.

Memanfaatkannya kembali atau menyedekahkannya kepada orang lain jauh lebih mulia daripada membiarkannya rusak menumpuk.

Dengan memahami aturan syariat, penggunaan barang bekas tidak hanya menghemat harta tetapi juga mendatangkan pahala dan keberkahan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
barang bekas hadits khiyar aib pemanfaatan barang