Menguak Sejarah dan Akar Kelompok Tasawuf Islam

Anggoro Aristo Priambodo | Minggu, 16/08/2026 08:02 WIB


Penjelasan Singkat Akar Sejarah Kelompok Sufi dalam Islam Ilustrasi foto belajar dari seorang sufi

Katakini.com - Tasawuf atau sufisme merupakan salah satu dimensi spiritual dalam Islam yang berfokus pada penyucian jiwa dan pendekatan diri kepada Sang Pencipta.

Akar tradisi ini telah tertanam sejak zaman Nabi Muhammad SAW melalui gaya hidup zuhud atau kesederhanaan para sahabat.

Sebagian ulama mencatat bahwa istilah sufi berakar dari kata ahlus shuffah, yakni para sahabat yang tinggal di serambi Masjid Nabawi untuk menuntut ilmu.

Secara subtansial, inti dari ajaran sufi adalah meraih derajat ihsan yang menjadi puncak kesempurnaan iman seseorang.

Baca juga :
Hukum Membaca Al-Quran Bersama Satu Suara Menurut Ulama

Rasulullah SAW menjelaskan konsep ihsan dalam hadist riwayat Muslim sebagai bentuk beribadah seolah-olah melihat Allah SWT.

Baca juga :
Daftar Sepuluh Film Terpopuler di Netflix Bulan Ini

Jika tidak mampu melihat-Nya, maka seorang hamba harus meyakini dengan penuh kesadaran bahwa Allah senantiasa melihatnya.

Penyucian jiwa yang menjadi fokus utama kaum sufi ini selaras dengan ajaran Al-Qur`an untuk membersihkan diri dari penyakit hati.

Baca juga :
Hukum Mengkhususkan Malam Tertentu Shalat Sunnah Menurut Syariat

Allah SWT berfirman dalam Surah Ash-Shams ayat 9 bahwa sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.

Di masa-masa awal Islam, gerakan tasawuf muncul sebagai respons moral terhadap gaya hidup mewah yang melanda sebagian masyarakat.

Tokoh-tokoh sufi awal seperti Hasan Al-Basri dan Rabiah Al-Adawiyah menekankan pentingnya rasa takut dan cinta yang murni kepada Allah.

Proses pembersihan hati dari kesombongan, iri hati, dan cinta dunia merupakan syarat utama menuju kedekatan spiritual.

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal daging yang menentukan baik buruknya amalan.

Seiring berjalannya waktu, tradisi penyucian jiwa ini berkembang menjadi disiplin ilmu terstruktur yang dipelajari di berbagai penjuru dunia Islam.

Memahami akar sejarah tasawuf membantu kita melihat betapa pentingnya keseimbangan antara syariat lahiriah dan kedalaman spiritual.

Dengan meneladani semangat zuhud para pendahulu, seorang Muslim diharapkan mampu menjaga kesucian hati di tengah godaan zaman modern.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
akar kelompok sufi sejarah tasawuf pengertian ihsan