
Ilustrasi gempa.
JAKARTA - Gempa bumi dengan perkiraan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah barat daya Jepang pada Selasa sore waktu setempat dan memicu peringatan tsunami di Laut Ariake dan Laut Yatsushiro.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa yang terjadi pada pukul 16.27 waktu setempat atau 14.27 Waktu Indonesia Barat (WIB) itu.
Pusat gempa berada di Prefektur Kumamoto yang terletak di bagian tengah Pulau Kyushu, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Intensitas guncangan mencapai skala 7 – intensitas maksimum pada skala seismik Jepang – di Kota Uki dan Kota Hikawa, serta di rentang atas skala 6 (upper 6) di berbagai wilayah sekitar.
Menurut keterangan dari kantor pemadam kebakaran setempat, beberapa orang terluka akibat guncangan tersebut.
Sementara itu, perusahaan penyedia listrik di wilayah tersebut memperkirakan pemadaman akibat gempa berdampak terhadap sekitar 48 ribu rumah tangga di prefektur itu.
Guncangan gempa juga terasa di sejumlah prefektur yang berdekatan dengan Prefektur Kumamoto.
Intensitas getaran di Prefektur Kagoshima tercatat di rentang atas skala 5 (upper 5), sedangkan intensitas di Prefektur Fukuoka dan Prefektur Saga berada di rentang bawah skala 5 (lower 5).
Perusahaan listrik Kyushu Electric Power menyatakan bahwa tidak ada kejanggalan operasional maupun kerusakan yang dilaporkan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Sendai di Prefektur Kagoshima maupun di PLTN Genkai di Prefektur Saga usai gempa terjadi.
Laporan terbaru pada pukul 16.18 WIB, Badan Meteorologi Jepang telah mencabut peringatan tsunami yang sebelumnya dikeluarkan sesaat setelah gempa.
Sumber: Kyodo
Selasa, 28/07/2026