Kementrans Salurkan Bantuan Rp10,4 Miliar untuk Papua Barat

M. Habib Saifullah | Kamis, 18/09/2025 11:10 WIB


Kementrans menyalurkan bantuan sebesar Rp10,4 miliar kepada Papua Barat dan senilai Rp7,7 miliar untuk Kabupaten Manokwari Selatan. Wamentrans Viva Yoga Mauladi saat kunjungan kerja ke Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat (Foto: Humas Kementrans)

PAPUABARAT - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan bantuan sebesar Rp10,4 miliar kepada Papua Barat dan senilai Rp7,7 miliar untuk Kabupaten Manokwari Selatan.

Bantuan ini disalurkan oleh Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Vova Yoga Mauladi saat kunjungan kerja ke Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat, Rabu (17/9/2025).

Viva Yoga mengatakan, bantuan itu digunakan untuk Kawasan Transmigrasi Momiwaren berupa pembangunan toilet dan sarana air bersih di 3 Sekolah Dasar dan 1 SMP.

Kemudian rehabilitasi 4 SD dan 2 SMP, dan peningkatan jalan lingkungan sepanjang 1,5 km. Sedang untuk di Kawasan Transmigrasi Oransbari untuk membangun dua gereja.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

"Semua kita lakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kemajuan Papua Barat," kata Wamen Viva Yoga.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

Dalam kesempatan tersebut juga, Wamentrans memuji Cokelat Manokwari Selatan (Coklat Mansel). Coklat itu diproduksi dari perkebunan yang berada di Distrik Ransiki.

"Saya mendengar oleh-oleh khas ini sudah beredar di Jakarta dan beberapa negara di Eropa," kata dia.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII

Dia berharap produk seperti ini perlu dikembangkan lebih besar. Dengan industrialisasi produk unggulan yang berorientasi pasar yang lebih besar inilah membuat pembangunan mampu mendistribusikan kesejahteraan pada semua lapisan masyarakat.

"Perlu mendatangkan investor untuk membangun pabrik kakao (coklat) yang berorientasi eskpor," kata dia.

Dalam kunjungan kerja, Viva Yoga juga memonitor Tim Ekspedisi Patriot (TEP). TEP yang berjumlah 20 peneliti berasal dari 20 mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) itu akan melakukan riset potensi yang bisa dikembangkan dan diunggulkan di empat kawasan transmigrasi di sana.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kabar Transmigrasi Papua Barat Kementrans Viva Yoga Mauladi