Mendikdasmen Pamer Rumah Pendidikan di Pertemuan AEMM Korsel

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 14/05/2025 18:58 WIB


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti memperkenalkan platform Rumah Pendidikan dalam Pertemuan Menteri Pendidikan APEC ke-7 atau ASEAN-Europen Union Ministerial Meeting (AEMM) 2025 yang digelar pada Rabu (14/5) di Jeju, Korea Selatan. Mendikdasmen Abdul Mu`ti memperkenalkan platform Rumah Pendidikan dalam Pertemuan Menteri Pendidikan APEC ke-7 atau AEMM 2025 yang digelar di Jeju, Korea Selatan (Foto: Ist/Humas Kemendikdasmen)

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti memperkenalkan platform Rumah Pendidikan dalam Pertemuan Menteri Pendidikan APEC ke-7 atau ASEAN-Europen Union Ministerial Meeting (AEMM) 2025 yang digelar di Jeju, Korea Selatan, pada Rabu (14/5).

Menteri Mu`ti menjelaskan, Rumah Pendidikan merupakan sebuah ekosistem yang terintegrasi yang mendukung akses, kolaborasi, dan efisiensi pendidikan. Platform ini memungkinkan keterlibatan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk berkolaborasi dalam satu ekosistem.

"Platform ini memiliki delapan ruang virtual untuk berbagai informasi antar pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, orang tua, dan mitra pendidikan," ujarnya di hadapan para Menteri Pendidikan dan perwakilan dari 21 anggota APEC, seperti dikutip dari Siaran Pers yang diterima di Jakarta.

Ia menambahkan, di dalam Rumah Pendidikan terdapat Ruang GTK yang menjadi wadah bagi guru dan tenaga pendidik untuk lebih fokus d
mengembangkan kompetensinya.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

"Mengingat coding akan diperkenalkan di kelas 5 SD hingga SMA, perlu adanya pelatihan dalam bidang di tersebut untuk guru dan tenaga pendidik, termasuk asesmen, analisis data, dan pembelajaran mandiri," lanjutnya.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

Peningkatan kompetensi guru sangat dibutuhkan di era perkembangan inovasi, digitalisasi, dan inklusivitas. Guru yang kompeten kata Mu`ti, akan membantu mengatasi kesenjangan mutu pendidikan dan membantu mempersiapkan keterampilan murid di masa depan.

"Dimasukkannya coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelegent atau AI) ke dalam kurikulum nasional bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga untuk menumbuhkan pemikiran komputasional, pemahaman etika AI, dan pendekatan desain yang berpusat pada manusia," kata Menteri Mu`ti.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII

Sebagai informasi, AEMM 2025 mengangkat tema "Bridging Educational Gaps and Promoting Inclusive Growth in the Era of Digital Transformation".

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Mendikdasmen Abdul Mu`ti Rumah Pendidikan AEMM Korea Selatan