WNI Terus Jadi Korban TPPO, DPR Minta Pemerintah Bertanggung Jawab

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 13/09/2024 15:17 WIB


Sejumlah orang yang diduga WNI korban TPPO mengaku disekap dan dipaksa kerja 15 jam tanpa gaji. Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono. Foto: dpr

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono mengaku kaget dan sedih atas kejadian  puluhan warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myawaddy, Myanmar.

“Berarti kesalahan ini memang tentu pemerintah juga bertanggung jawab untuk melakukan edukasi, juga pembelaan terhadap para WNI kita di Myanmar,” ujar Dave seperti dilansir dpr.go.id, Jumat (13/9/2024).

Diketahui, dijelaskan bahwa dalam video amatir tersebut, sejumlah orang yang diduga WNI korban TPPO mengaku disekap dan dipaksa kerja 15 jam tanpa gaji. Mereka juga mengatakan bakal mengalami penyiksaan dengan cara disetrum jika tidak mencapai target.

Ia pun mempertanyakan bagaimana modus kejadian ini dapat terus terjadi. Ia pun menduga bisa jadi ada keterlibatan aparat tertentu. Meski demikian, menurutnya, sindikat semacam ini harus dibongkar jaringannya.

Baca juga :
Studi: 95 Persen Mikroba di Bumi Punya Kemampuan Mengurai Plastik

“Juga harus ada penjelasan dari pemerintah, baik kepada keluarga ataupun masyarakat umum, bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini, tipuan-tipuan, rayuan-rayuan pekerjaan dengan gaji besar, dolar di luar negeri, itu semua ternyata adalah palsu, yang mengakibatkan, justru memberatkan dan menjerat para warga kita, hingga menyulitkan semua orang ketika mereka terjerat di dalam permasalahan ini,” terang Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Baca juga :
"Super El Nino" Berpotensi Terjadi, Ilmuwan Sebut Bukan Ancaman Iklim Terbesar

Ia pun optimistis, meski masa kepemimpinan di tubuh Kementerian Luar Negeri akan transisi nantinya, penanganan masalah ini akan terus berjalan. Sebab menurutnya, Kemenlu telah memiliki sistem yang baik.

“Kemenlu juga sudah membangun sistem dan juga membangun mendidik SDM yang unggul, sehingga siapapun pemimpin ini tetap bisa berjalan, dan juga target-target, dan juga tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik,”  lanjutnya.

Baca juga :
Harga BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Anggota DPR Kritik Pertamina

Ia mengaku, Komisi I DPR RI pun akan mengambil langkah lebih lanjut dengan berkoordinasi kementerian lembaga terkait yang merupakan mitra komisi I DPR. Meski begitu, ia mengungkapkan penanganan ini membutuhkan koordinasi dengan mitra lainnya.

“Seperti apakah itu Kemenkumham, imigrasi, ataupun juga kementerian lainnya, dan juga pemerintah daerah, untuk mendesiminasi informasi, agar mereka itu tidak cepat berbuai dengan impian gaji-gaji besar, tapi ternyata itu adalah palsu,” tutup Dave.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
WNI TPPO DPR