DPR Minta Pemerintah Aktif Diplomasi Deeskalasi di Timur Tengah

Budi Wiryawan | Jum'at, 19/04/2024 23:05 WIB


Dia meminta Kemlu RI untuk memitigasi keselamatan WNI yang berada di Palestina, Iran, dan wilayah Timur Tengah lainnya yang berkonflik. Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. Foto: dpr

JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid minta pemerintah aktif melakukan diplomasi dalam deeskalasi konflik di Timur Tengah.

Politikus Golkar ini juga memandang situasi sekarang mengarah pada terjadinya Perang Dunia III.

"Saya meminta pemerintah RI untuk terlibat aktif diplomasi dalam deeskalasi konflik di Timur Tengah karena menjurus pada terjadinya Perang Dunia III yang akan merugikan seluruh umat manusia," kata Meutya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/4).

Dia meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk memitigasi keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Palestina, Iran, dan wilayah Timur Tengah lainnya yang berkonflik.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

"Saya meminta Kemlu juga untuk memitigasi keselamatan WNI di semua wilayah yang tengah berkonflik dan sekitarnya, di Palestina, Iran, dan lain-lain," katanya.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

Dia juga meminta pemerintah turun tangan mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi agar semua pihak menghentikan serangan. Termasuk, serangan yang dilancarkan Israel ke Gaza.

Terakhir, Meutya mengingatkan Dewan Keamanan (DK) PBB sangat bertanggung jawab dalam melibatkan semua pihak untuk mencegah eskalasi konflik Timur Tengah lebih lanjut.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII

"Sejauh ini DK PBB telah gagal mengemban mandat menghentikan perang Israel-Hamas di Gaza serta perang Rusia-Ukraina. DK PBB perlu bekerja lebih keras meredam gejolak baru yang akan timbul," kata dia.

Sebelumnya, Iran menembakkan lebih dari 300 pesawat nirawak dan rudal ke arah Israel pada Sabtu, 13 April 2024. Penyerangan ini sebagai balasan atas serangan Israel terhadap Konsulat Iran di Damaskus yang menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada 1 April 2024.

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Muetya Hafid Deeskalasi Timur Tengah