Chile Buka Kembali Penyelidikan atas Kematian Peraih Nobel Pablo Neruda Tahun 1973

Yati Maulana | Rabu, 21/02/2024 15:30 WIB


Chile Buka Kembali Penyelidikan atas Kematian Peraih Nobel Pablo Neruda Tahun 1973 Gambar penyair Chili dan peraih Nobel Pablo Neruda terlihat di dalam museum di kawasan pesisir Isla Negra, Chili, 26 April 2016. Foto: Reuters

SANTIAGO - Pengadilan banding Chile pada Selasa memerintahkan pembukaan kembali penyelidikan atas kematian penyair sayap kiri dan peraih Nobel Pablo Neruda pada tahun 1973 segera setelah militer merebut kekuasaan melalui kudeta.

Dalam sebuah pernyataan, pengadilan mengatakan pihaknya memperhatikan permintaan keluarga Neruda dan Partai Komunis Chile, dan menambahkan bahwa penyelidikan atas kematiannya belum “menyeluruh” dan masih ada langkah-langkah yang harus diambil untuk membantu “mengklarifikasi fakta.”

Tahun lalu, panel ahli internasional menyampaikan laporan yang telah lama ditunggu-tunggu tentang kematian penulis “20 Puisi Cinta dan Lagu Keputusasaan” ke Pengadilan Banding Santiago.

Panel tersebut menyerahkan dokumen-dokumen yang mencakup laporan laboratorium dari Kanada dan Denmark serta laporan dari para ahli peninjau. Rincian spesifik dari laporan para ahli tidak dipublikasikan.

Baca juga :
Puan Pastikan DPR Kawal Pelaksanaan Haji 2026

Dalam pernyataannya, pengadilan banding mengatakan pihaknya juga telah memerintahkan tes tulisan tangan, analisis tes yang dilakukan oleh para ahli dari universitas McMaster dan Kopenhagen, serta peninjauan berkas dan pernyataan ahli.

Baca juga :
Klinik SMM Jadikan Momen Hari Kartini Perkuat Peran Perempuan dalam Layanan Kesehatan

Pada tahun 2017, sekelompok ahli forensik asing menyatakan bahwa Neruda meninggal bukan hanya karena kanker, seperti yang dinyatakan secara resmi, dan tidak menutup kemungkinan adanya "pihak ketiga" yang terlibat dalam kematiannya pada hari-hari pertama 17 tahun kediktatoran Augusto Pinochet.

Ketika ia meninggal pada tanggal 23 September 1973, Neruda adalah anggota Komite Sentral Partai Komunis Chili dan dianggap sebagai penyair nasional Chili dan intelektual paling penting.

Baca juga :
Sambut Pengesahan UU PPRT, Rerie Singgung Nilai-nilai Perjuangan RA Kartini

Ia dianugerahi Hadiah Nobel Sastra pada tahun 1971, dua tahun sebelum Presiden sosialis Salvador Allende, yang dekat dengan Neruda, digulingkan oleh militer di bawah Pinochet.

Manuel Araya, sopir penyair, mengklaim Neruda menerima suntikan mematikan dari agen junta Pinochet yang menyusup ke Klinik Santa Maria tempat dia dirawat. Pengadilan banding tidak merujuk pada tuduhan Araya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Chile Penyelidikan Kembali Pablo Neruda