• News

Kritik Israel, Italia Sebut Pembunuhan di Gereja Gaza Bertentangan dengan Perang terhadap Hamas

| Selasa, 19/12/2023 08:01 WIB

Kritik Israel, Italia Sebut Pembunuhan di Gereja Gaza Bertentangan dengan Perang terhadap Hamas Presiden Parlemen Eropa Antonio Tajani berbicara pada KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia, 22 Juni 2017. Foto: Reuters

ROMA - Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani pada Senin mengkritik pasukan Israel karena diduga menembak dan membunuh orang di kompleks Kristen di Jalur Gaza, dengan mengatakan tindakan seperti itu tidak akan membantu perangnya untuk mengalahkan Hamas.

"Seorang penembak jitu (Israel) menembak dua wanita di dalam sebuah gereja. Ini tidak ada hubungannya dengan perang melawan Hamas karena para teroris pastinya tidak bersembunyi di gereja-gereja Kristen," kata Tajani, yang menyampaikan kecaman yang jarang terjadi terhadap Israel dari Italia.

Patriarkat Latin Yerusalem, otoritas Katolik di Tanah Suci, mengatakan pada akhir pekan bahwa kedua wanita tersebut, bernama Nahida Khalil Anton dan putrinya Samar, ditembak mati di kompleks Paroki Keluarga Suci di Gaza.

Pernyataan Patriarkat mengatakan tujuh orang lainnya ditembak dan terluka ketika mereka berusaha melindungi orang lain.

Paus Fransiskus pada hari Minggu menyesalkan laporan serangan tersebut dan menyatakan Israel menggunakan taktik “terorisme” di Jalur Gaza, yang dikuasai oleh gerakan Islam Palestina Hamas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa insiden tersebut masih dalam peninjauan.

Populasi Gaza yang berjumlah 2,3 juta jiwa terdiri dari sekitar 1.000 umat Kristen.

Italia telah menawarkan dukungan vokal kepada Israel sejak serangan terhadap komunitas Israel oleh pejuang Hamas pada 7 Oktober, namun seperti banyak negara Barat, Italia semakin khawatir dengan melonjaknya jumlah korban tewas selama perang udara dan darat Israel yang berkepanjangan di Gaza.

“(Kami) mengutuk keras serangan Hamas terhadap warga sipil tak bersenjata…tapi kami juga ingin reaksi Israel…berproporsi dan tidak melibatkan penduduk sipil,” kata Tajani pada pertemuan tahunan para duta besar Italia.