• News

Dua Warga Palestina Lepaskan Tembakan ke Halte Bus Yerusalem, Tewaskan Tiga Polisi

| Kamis, 30/11/2023 21:05 WIB

Dua Warga Palestina Lepaskan Tembakan ke Halte Bus Yerusalem, Tewaskan Tiga Polisi Pejabat Israel bekerja di lokasi insiden kekerasan di Yerusalem 30 November 2023. Foto: Reuters

JERUSALEM - Dua orang Palestina melepaskan tembakan ke halte bus pada jam sibuk pagi hari pada hari Kamis, 30 November 2023 di pintu masuk Yerusalem, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai delapan lainnya, kata polisi Israel.

“Para teroris tiba di lokasi kejadian dengan mobil pada pagi hari, bersenjatakan senapan M-16 dan pistol,” kata polisi. “Para teroris mulai menembaki warga sipil sebelum kemudian dibunuh di tempat kejadian.”

Para penembak datang dari Yerusalem Timur dan dihentikan oleh tentara yang sedang tidak bertugas dan warga sipil lainnya yang berada di dekatnya, kata polisi.

Rekaman kamera keamanan yang diperoleh Reuters menunjukkan momen penyerangan. Sebuah mobil berwarna putih terlihat berhenti di samping halte yang ramai. Dua pria kemudian keluar, senjata terhunus, dan berlari ke arah kerumunan saat orang-orang berhamburan. Tak lama kemudian para penyerang Palestina ditembak mati.

“Serangan ini adalah bukti lebih lanjut komitmen kami untuk terus berjuang dengan kekuatan dan tekad melawan terorisme mematikan yang mengancam warga kami,” tulis Benny Gantz, anggota kabinet perang Israel, di platform media sosial X.

Sejumlah besar petugas pertolongan pertama dan pasukan keamanan berkumpul di kawasan yang dipenuhi penumpang pagi hari, dan polisi mengatakan mereka sedang berupaya untuk membuka kembali jalan tersebut.

“Peristiwa ini membuktikan sekali lagi bagaimana kita tidak boleh menunjukkan kelemahan, bahwa kita harus berbicara dengan Hamas hanya melalui senjata, hanya melalui perang,” kata Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir di lokasi serangan.

Dia menambahkan bahwa Israel akan melanjutkan kebijakannya untuk melonggarkan peraturan penerbitan izin kepemilikan senjata kepada warga negara.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang mengunjungi Tel Aviv, mengatakan penembakan hari Kamis adalah pengingat “ancaman terorisme yang dihadapi Israel dan warga Israel setiap hari… Hati saya turut berduka cita bagi para korban serangan ini.”

Kekerasan terjadi ketika Israel dan Hamas mencapai kesepakatan pada menit-menit terakhir pada hari Kamis untuk memperpanjang gencatan senjata enam hari di Gaza satu hari lagi untuk memungkinkan para perunding terus berupaya mencapai kesepakatan untuk menukar sandera yang ditahan di daerah kantong pantai tersebut dengan tahanan Palestina.