• News

Perang Israel-Hamas, Satu Juta Warga Gaza Mengungsi dalam Sepekan

| Senin, 16/10/2023 05:05 WIB

Perang Israel-Hamas, Satu Juta Warga Gaza Mengungsi dalam Sepekan Israel telah membunuh sedikitnya 2.329 warga Palestina dalam kampanye pemboman di Gaza sejak Sabtu lalu. (FOTO: AL JAZEERA)

JAKARTA - Diperkirakan satu juta warga Gaza telah mengungsi dalam tujuh hari pertama konflik dengan Israel.

Menurut badan PBB yang mendukung pengungsi Palestina, ketika kelompok bantuan mengatakan situasi di daerah kantong yang terkepung itu adalah “bencana besar”.

Israel telah mengerahkan tank dan senjata di pagar perbatasan dengan Gaza ketika pembangunan militer terus berlanjut di tengah pemboman yang tiada henti.

Setidaknya 2.329 warga Palestina, termasuk 724 anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel. Jumlah warga Israel yang tewas dalam operasi militer Hamas mencapai 1.300 orang, termasuk 286 tentara.

Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang sasaran di Lebanon setelah serangan rudal oleh pejuang Hizbullah menewaskan seseorang di wilayahnya.

Hal ini terjadi ketika Iran memperingatkan Israel untuk menghentikan “kejahatan perang” terhadap Gaza.

Kapal induk Amerika Serikat USS Dwight D Eisenhower bergabung dengan kapal induk USS Gerald R Ford, yang sebelumnya tiba di Mediterania, untuk menunjukkan dukungan kepada Israel.

Pembaruan pasokan air ke bagian selatan Gaza disepakati dengan AS

Menteri Energi Israel mengatakan bahwa keputusan untuk memperbarui pasokan air ke bagian selatan Gaza telah disepakati antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Joe Biden.

Menteri Energi Israel Katz menambahkan, keputusan memperbarui sebagian pasokan air sejalan dengan kebijakan Israel, yakni memperketat blokade terhadap wilayah yang dikuasai Hamas.

Laporan yang diterima Al Jazeera dari Fukhari dan Deir el-Balah, dua kota di Gaza selatan, mengatakan tidak ada air di sana hingga pukul 16:30 waktu setempat (13:00 GMT).

Israel tidak tertarik berperang dengan Hizbullah: Menteri Pertahanan

Menteri Pertahanan Israel mengatakan bahwa Israel tidak tertarik melancarkan perang di wilayah utara dan negaranya akan menjaga situasi di sepanjang perbatasan sebagaimana adanya.

“Kami tidak tertarik pada perang di utara. Kami tidak ingin memperburuk situasi,” kata Menteri Pertahanan Yoav Gallant kepada wartawan.

“Jika Hizbullah memilih jalur perang, maka konsekuensinya akan sangat berat. Sangat berat. Namun jika mereka menahan diri, kami akan menghormatinya dan menjaga situasi seperti apa adanya,” kata Gallant, seraya mencatat bahwa telah terjadi baku tembak di seberang perbatasan.

Qassam mengatakan pihaknya menembakkan roket dari Lebanon ke permukiman Israel
Brigade Al-Qassam Hamas mengatakan mereka menembakkan 20 roket dari Lebanon ke dua permukiman Israel.

Secara terpisah, Hizbullah Lebanon juga mengatakan mereka telah menargetkan barak di Hanita Israel dengan peluru kendali dan mengatakan mereka telah menimbulkan korban di “barak musuh”. (*)