• News

Projo Dukung Prabowo Arahan Jokowi, Pengamat: Terlalu Banyak Gimmick

| Minggu, 15/10/2023 21:27 WIB

Projo Dukung Prabowo Arahan Jokowi, Pengamat: Terlalu Banyak Gimmick Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi)

JAKARTA - Dukungan Relawan Pro Jokowi (Projo) terhadap Bacapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto dinilai terlalu banyak gimmick. Pasalnya, Presiden Joko Widodo terlalu kebanyakan sandiwara hanya untuk mengarahkan dukungan terhadap satu bacapres.

Saat pidato di acara Rakernas Projo pada Sabtu (14/10/2023), Joko Widodo menyampaikan pesan kepada relawannya tersebut. Ada 3 pesan yang disampaikan Jokowi, yaitu ojo grusa-grusu, ojo kesusu dan jangan tergesa-gesa yang maknanya hampir sama.

“Saya merasa aneh dengan pernyataan Jokowi tersebut dan hanya sebuah sandiwara pesan-pesan yang disampaikan tersebut,” kata Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS dalam keterangan yang diterima katakini.com, Minggu (15/10).

Fernando sendiri membeberkan alasannya menyebut Jokowi terlalu banyak gimmick. Menurutnya, ketidakhadiran Prabowo dalam pembukaan Rakernas Projo di GBK Senayan pada Sabtu (14/10) kemarin diduga atas arahan Jokowi.

“Ketidakhadiran Prabowo di Rakernas Projo juga saya yakini atas permintaan Jokowi, sehingga dapat mengeluarkan pernyataan bahwa calon yang didukung tidak hadir diacara Rakernas Projo. Terlalu bersandiwara,” ujar Fernando.

Selanjutnya, Fernando mengatakan saat Musra Projo bulan Mei yang lalu sebenarnya Jokowi sudah ingin mengarahkan dukungannya kepada Prabowo. Namun berhubung Ganjar menjadi tamu undangan, hal itu diurungkan Jokowi.

Terlebih, Fernando menilai Jokowi ingin memperpanjang kekuasaannya dengan menelurkan bacapres yang mengikutinya. Isu soal Gibran Rakabuming yang dikabarkan akan menjadi cawapres Prabowo juga sedang diperjuangkan di Mahkamah Konstitusi.

Fernando melihat, Jokowi seharusnya tidak melakukan banyak manuver hanya untuk melanggengkan kekuasaannya. Ia menilai Jokowi terkesan mendorong Prabowo maju sebagai capres, namun dengan embel-embel ingin mewariskan kekuasaan kepada Gibran.

“Saya berharap Jokowi tidak semakin memperbanyak sandiwara dalam berpolitik yang seolah tidak memiliki hasrat untuk melanggengkan kekuasaan namun kenyataannya berbeda dan seolah ingin mewariskan kepada keturunannya,” paparnya.

Fernando menilai, putusan MK pada Senin (16/10) besok akan menjadi bukti keseriusan Jokowi untuk menjadi the new king maker di Indonesia dengan Prabowo dan Gibran yang ada di bawah kekuasaannya.

“Putusan Mahkamah Konstitusi pada Senin (16/10/2023) akan membuktikan, apakah sandiwara politik Jokowi akan tetap berlanjut atau tidak,” pungkasnya.