• News

Ingin Menyeberang ke Mesir, Keluarga Palestina Berkumpul di Perbatasan Rafah

| Minggu, 15/10/2023 08:01 WIB

Ingin Menyeberang ke Mesir, Keluarga Palestina Berkumpul di Perbatasan Rafah Warga Palestina menunggu di perbatasan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir Jalur Gaza. (FOTO: AP PHOTO)

JAKARTA - Keluarga-keluarga telah berkumpul di perbatasan Rafah antara Jalur Gaza dan Sinai, di Mesir, berharap untuk menyeberang – tetapi masih belum jelas apakah mereka akan diizinkan masuk ke Mesir.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS sebelumnya mengatakan bahwa AS telah bekerja sama dengan Mesir, Israel, dan Qatar untuk membuka penyeberangan bagi orang asing atau pemegang kewarganegaraan ganda.

Menurut laporan media lokal Mesir, badan amal telah mengirimkan lebih dari 100 truk yang membawa 1.000 ton bantuan kemanusiaan termasuk makanan dan perbekalan lainnya untuk rakyat Palestina di Gaza.

Bantuan tersebut akan menunggu di Sinai sampai tercapai kesepakatan dengan Israel yang juga mengizinkan pengiriman bantuan ke Gaza melalui penyeberangan tersebut.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pengiriman bantuan ke Gaza “harus dilakukan”.

“Rumah sakit kewalahan, masyarakat tidak bisa mendapatkan pengobatan, anak-anak yang mengalami luka bakar tidak bisa meredakan rasa sakitnya – ini sangat penting,” kata juru bicara WHO Margaret Harris kepada Al Jazeera.

Kepala badan kesehatan PBB Tedros Adhanom Ghebreyesus bertemu dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sisi pada hari Kamis untuk membahas pembukaan koridor kemanusiaan ke Gaza.

Mesir setuju untuk membuka perbatasan, kata Harris, tetapi “pihak lain” – yaitu Israel – belum menyetujui pengiriman bantuan tersebut.

Bantuan internasional dapat disederhanakan untuk masuk ke Gaza dengan cepat, sehingga mencegah banyak kematian yang dapat dihindari. “Keinginan untuk membuka perbatasan adalah hal yang hilang,” kata juru bicara tersebut. (*)