Bacapres Anies Baswedan
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut pasangan calon Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar berpotensi merebut basis suara pemilih Jawa Barat.
Padahal, wilayah Jabar merupakan lumbung suara Bacapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto. Meski demikian, menurut Dedi tidak menutup kemungkinan suara Jabar akan direbut oleh Anies-Cak Imin di Pilpres 2024 mendatang.
Pasalnya, Anies juga menjadi kandidat terkuat di Jabar dan bersaing ketat dengan Prabowo di beberapa hasil survei. Terlebih, adanya PKS di kubu KPP membuat Anies sedikit berada di atas angin di kalangan pemilih Jabar.
"Konselasi kolektif Anies dan Muhaimin bisa mendahului suara Prabowo di jabar ini diasumsikan gabungan dengan suara Anies sendiri dan Muhaimin dan kelompok PKB, lalu tidak bisa dilupakan Jabar itu secara partai itu basis PKS," kata Dedi saat dihubungi, Rabu (20/9).
Menurutnya, jika Anies bisa mengonsolidasikan basis pendukungnya dan pendukung PKS maka kemungkinan besar suara Prabowo akan teralihkan. Hal itu jelas sangat menguntungkan bagi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Disamping arah politik yang antitesa dari pemerintah Presiden Joko Widodo, Anies juga dinilai ideologi politiknya yang lebih ke arah golongan kanan religius.
"Jadi jika dikonsolidasikan dengan baik, besar kemungkinan memang Gerindra yang cukup besar di Jabar tapi hanya mengandalkan Prabowo tentu bisa disalip," ujar Dedi.
Dedi juga menyoroti kekuatan Prabowo di Pilpres 2019 dimana menjadi basis terkuatnya saat itu. Menurutnya, kala itu masih ada sosok Anies dan PKS di kubu Prabowo. Sehingga saat ini ketika Anies dan PKS berpisah, maka kemungkinan itu makin terlihat nyata.
"Suara 2019 itu ketika Anies masih ada di kubu Prabowo, sekaligus juga adanya dukungan PKS disana. Sehingga ketika sekarang Anies dan PKS tidak ada di kubu Prabowo maka tentu akan ada penurunan suara yang cukup signifikan terhadap Prabowo di Jabar," imbuhnya.
Meski demikian, Anies juga perlu berhati-hati karena masih ada Mantan Gubernu Jabar Ridwan Kamil yang saat ini ada di kubu Prabowo. Ridwan Kamil bersama Golkar juga memiliki basis masa yang cukup kuat di Jabar.
Terlebih sosok Ridwan Kamil yang memang hampir seluruh masyarakat Jabar adalah basis pemilihnya. Itu menjadi pekerjaan rumah bagi poros Anies untuk mengantisipasi hal itu dan mencari cara lain untuk mengambil suara Jabar.
"Meskipun memang, tidak bisa dilupakan juga bahw hadirnya Ridwan Kamil di Partai Golkar dan sekarang Golkar ada di kubu Prabowo itu bisa menggantikan suara Jabar yang hilang bagi Prabowo," pungkasnya.