Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi (kanan)
BREBES – Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan petani tetap berproduksi karena adanya jaminan harga yang bagus. Salah satunya dengan turun langsung menyerap aspirasi dan dinamika di lapangan , terutama para petani.
“Hari ini saudara-saudara kita seluruh petani memang sedang merasa senang karena harganya saat ini sangat baik. Tadi saya cek langsung harga gabah kering panennya 8.000 dengan combine harvester kemudian jadi beras harganya 12,500 sampai 13.000 rupiah. Akan tetapi kenaikan harga gabah ini juga harus melihat tingkat kewajaran sehingga keseimbangan harga dapat terbangun, baik di tingkat produsen maupun konsumen.” ungkap Arief saat mengunjungi Penggilingan Gapoktan Maju Jaya di Desa Kradenan Kec. Kersana, Kab. Brebes Jawa Tengah, Selasa (19/9/2023).
Untuk itu, Arief menegaskan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan produksi. Dengan harga yang bagus di tingkat petani akan meningkatkan gairah petani untuk terus bertanam.
Hal ini diakui oleh Ketua Gapoktan Maju Jaya Rudin yang merasa senang dengan harga gabah saat ini di tingkat petani. Ia mengakui dalam 2 kali masa panen belakangan ini harga jual gabah bagus bahkan banyak pembeli yang datang dari luar seperti dari Demak.
“Di sini bisa IP 400 sudah tahun ketiga dengan menggunakan benih pajajaran dan cakra buana dari Balai Benih Sukamandi. Dalam satu bulan ke depan mudah mudahan kami akan panen,” tambah Rudin.
Iapun berharap hasil panen bisa memuaskan meskipun terdapat waduk terdekat yang surut. Namun Ia yakin jika kemungkinan besar masih dapat bertahan hingga panen bulan depan sampai memasuki musim penghujan di bulan November.
“Stok di sini idealnya 60 - 70 ton, namun saat ini baru terisi 35 ton dan ada titipan dari Dinas sebagai cadangan pangan 6.5 ton,” ungkapnya.
Terkait hal tersebut Arief pun meminta agar setiap daerah memiliki cadangan pangan.
“Harusnya semua daerah mempunyai cadangan pangan seperti ini, tidak harus membangun gudang tetapi bisa dititipkan di gudang Bulog tapi sistemnya diputar stoknya. Yang disimpan kuantiti-nya jadi stok berputar terus yang penting kualitasnya kadar air 14 persen dan panenan baru,” ungkap Arief.
Namun demikian, Arief juga memastikan agar upaya menjaga harga di tingkat petani juga diselaraskan dengan harga di tingkat konsumen. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar keseimbangan harga di tiga lini perberasan, produsen, pedagang/penggiling, dan konsumen dapat terwujud.