Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi
BALI - Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) mengumpulkan stakeholder pangan dalam Forum Rembug Pangan. Mereka duduk bersama membahas isu dan solusi untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan.
“Hari ini melalui forum rembug pangan kita bersama mendengarkan aspirasi dari para pelaku usaha juga dari Dinas urusan pangan di Indonesia yang bersama untuk meningkatkan bagaimana kinerja kita di bidang pangan mulai dari ketersediaan dan stabilisasi. Di depan kita ini tokoh-tokoh pangan nasional dari hulu ke hilir, mereka adalah pejuang pangan yang ada. Ini momentum yang sangat baik bagi kita semua,” ungkap Kepala NFA Arief Prasetyo Adi dalam Forum Rembug Pangan, Jumat (15/9/2023) di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali.
Arief menyatakan, masukan dari rembug pangan sangat diperlukan dalam pembenahan ekosistem pangan dari hulu sampai ke hilir.
“Disini semua ada para tokoh pangan, ada satgas pangan, teman teman dari asosiasi dan Dinas urusan pangan, hari ini kita sambungkan semuanya yang punya tol laut laut, ritel, yang punya produksi ada dan asosiasi juga disini,” kata Arief.
Dalam kesempatan ini, Arief menyampaikan perintah Presiden Joko Widodo terkait urusan pangan yang utama untuk menjadi perhatian adalah beras.
“Ini perintah presiden yang nomor satu adalah beras. Yang penting ini harus tersedia dan saat ini stok nya cukup 1,5 juta ton, ini harus kita distribusikan segera ke masyarakat. Tolong Bapak Ibu Kepala Dinas di seluruh daerah pastikan 640 ribu ton ini dalam 3 bulan ke depan harus sampai ke masyarakat. Hari ini 1.500 ton dikirim ke pedagang PIBC dan 3.000 ton ke Food Station BUMD Pangan DKI , Satgas Pangan akan bantu awasi untuk penjualannya.” tegasnya.
Hal senada ditegaskan oleh Deputi Bidang Ketersediaan dan Cadangan Pangan I Gusti Ketut Astaw. Dia mengatakan, ketersediaan pangan di Indonesia saat ini masih mencukupi. Namun secara umum upaya untuk penguatan terus dilakukan dengan menugaskan BUMN dalam rangka penguatan cadangan pangan pemerintah.
“Saat ini kondisi yang paling penting adalah terkait ketersediaan yang harus kita jaga dan merupakan target utama,” tambah nya.
Sedangkan Asisten Gubernur Bank Indonesia Dwi Pranoto meyakini Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang diusung BI merupakan inovasi dan sinergi mengendalikan inflasi pangan.
“Tantangan ke depan yang dhadapi adalah untuk jangka pendek menghadapi yang namanya El Nino. Kedua, ketersediaan pasokan, ketiga, kita harus benahi struktural serta masalah efisiensi, produksi, hilirisasi, dan lainnya,” tambah Dwi
“Untuk itu implementasi strategi 4K atau 4 kata kunci yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif sangat penting dalam mengendalikan inflasi. Yang harus kita lakukan, kita bersinergi dalam mengendalikan stabilitas pangan ini,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Umum Perkumpulan Penggiling Padi dan Pengusaha Beras (PERPADI) Sutarto Alimoeso menyinggung soal ketersediaan pangan.
“Urusan produksi ini harus kita selesaikan dengan kolaborasi dan sinergi antara petani dan pelaku industri perberasan, peternakan dan komoditas lainnya. Supaya petani tetap mendapatkan keuntungan dengan harga wajar dan harga terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.