• News

Ganjar Makin Sulit Hadapi Prabowo di Jabar

| Jum'at, 08/09/2023 20:53 WIB

 Ganjar Makin Sulit Hadapi Prabowo di Jabar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

JAKARTA - Calon Presiden (capres) Prabowo Subianto semakin memperkuat eksistensinya di pemilih Jawa Barat. Bahkan, Prabowo sangat sulit dikalahkan oleh rival terdekatnya yakni capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.

Dalam hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 31 Juli-11 Agustus 2023, Prabowo mendapat 57 persen responden. Sedangkan Ganjar mendapat 31 persen, itu menjadi langkah yang sulit baginya untuk mengalahkan eksistensi Prabowo di Jabar.

"Di survei terakhir Ganjar 31% dan Prabowo 57%, ini tantangan yang sangat kuat terhadap Ganjar," kata Pendiri SMRC Saiful Mujani dalam keterangannya, Jumat (8/9). 

Mujani mengatakan, Ganjar harus bekerja ekstra untuk mengalahkan Prabowo di Jabar. Pasalnya, Prabowo sudah memiliki basis pemilih yang solid di Jabar.

Bahkan, pendahulu Ganjar yakni Presiden Joko Widodo masih tetap belum bisa mengalahkan Prabowo di Jabar. Terbukti di Pilpres 2019 Jokowi tetap kalah dari Prabowo di pemilih Jabar.

"Walaupun Pak Jokowi dalam 5 tahun pertama sudah menjalankan pemerintahan dengan program-programnya itu tidak membuat pemilih Jabar berubah, tetap saja tidak memilih Jokowi," ujar Mujani.

Adapu alasannya, karena memang pemilih Jabar tidak melihat siapa partainya melainkan melihat siapa capresnya. Meskipun PDIP menang dengan 19,3 persen dan Gerinda 16,8 persen di Jabar, itu tidak terlalu berpengaruh besar terhadap pemilih Jabar.

Karen menurut Mujani, para pemilih PDIP di Jabar hanya sebatas mendukung partai bukan capresnya. Untuk masalah capres, pemilih Jabar cenderung terpisah dengan partai dan tetap memilih Prabowo.

"Walaupun PDIP cukup besar di Jabar tapi kan cuma sendirian. Pemilihnya yang tadi katakanlah PPP yang sudah bergabung belum tentu pemilih PPP itu memilih Ganjar," tambahnya.

Mujani melihat, fenomenan tersebut menjadikan pemilh Jabar sangat unik. Partai politik di mata pemilih Jabar tidak begitu penting ketimbang siapa capresnya.

Hal tersebut menjadikan pemilih Jabar hingga saat ini masih konsisten mendukung Prabowo sejak Pilpres 2014. Mujani melihat potensI Prabowo mendapat dukungan dari masyarakat Jabar masih sama seperti PIlpres sebelumnya.

"Jadi memang betul-betul partai itu begitu lemah di mata masyarakat Jabar, jadi partai yang seharusnya menjembatani antara pemilih dengan capres tapi ternyata tidak mampu dan bahkan kembali ke Prabowo," pungkasnya.