• Bisnis

Bicara di UNFSS+2 Roma, Kepala NFA Kupas Pangan Sehat untuk Anak-anak

Eko Budhiarto | Selasa, 25/07/2023 17:01 WIB

Bicara di UNFSS+2 Roma, Kepala NFA Kupas Pangan Sehat untuk Anak-anak Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi (Kiri)

ROMA – Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menghadiri The United Nation Food Systems Summit +2 Stocktaking Moment (UNFSS+2) di Roma, Italia, Senin (24/7/2023) waktu setempat. Di forum internasional ini, Arief mengupas tentang investasi pangan sehat untuk anak-anak.

Menurut Arief, berinvestasi pangan sehat untuk anak-anak berarti ber, inventasi untuk masa depan yang lebih menjanjikan. Terkait hal ini,  Arief memaparkan pencapaian Indonesia dalam mewujudkan investasi pangan sehat bagi generasi muda. Dia menyebut pencapaian itu "3 Betters".

“Yang pertama itu adalah ‘better nutrition’. Indonesia akan terus memperoleh kebermanfaatan dari bonus demografi, yang mana jumlah penduduk usia muda dan kelompok usia produktif semakin meningkat. Untuk itu, transformasi sistem pangan diarahkan untuk dapat memenuhi pangan yang sehat, beragam, bergizi seimbang, dan aman,” paparnya seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (25/7/2023).

"Adanya gizi seimbang sejak usia muda adalah keniscayaan, karena akan dapat mempengaruhi tumbuh kembang, pengetahuan, dan kebiasaan serta menentukan kualitas hidup di masa depan bagi generasi muda Indonesia." tambahnya.

Upaya ini merupakan pengejawantahan dari arahan Presiden Joko Widodo yang sangat fokus dalam upaya pengentasan stunting atau ketimpangan gizi. Presiden telah menargetkan agar di tahun 2024 angka prevalensi stunting Indonesia di bawah 14%. Untuk itu, pencegahan kerawanan pangan dan gizi merupakan bagian dari tugas dan fungsi NFA yang akan terus dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemangku kepentingan terkait.

Arief melanjutkan tentang ‘Better’ yang kedua yaitu ‘better behavior’. Menurutnya, berkaca pada analisa Pola Pangan Harapan (PPH) telah menunjukkan bahwa kualitas konsumsi masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama pada konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, umbi-umbian, dan kacang-kacangan.

“Perlu ada edukasi yang intensif dan ekspansif tentang kebiasaan makan yang baik pada generasi muda. Kami telah menginisiasi program ‘Gerakan Edukasi dan Pemberian Makanan Bergizi Bagi Siswa Sekolah’ tentang pola pangan sehat dan diversifikasi pola pangan. Selain itu, kampanye nasional yang kami usung adalah pangan B2SA, yaitu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman dengan tujuan mengubah perilaku konsumsi pangan masyarakat Indonesia,” ujar Arief.

"B2SA mengajak masyarakat mengonsumsi pangan yang beragam dan mengedukasi kita bahwa dalam satu porsi piring makanan harus terbagi ke dalam 3 jenis makanan, yaitu makanan pokok (karbohidrat), sayuran, serta lauk-pauk, dan buah-buahan. Di samping itu, perlu diimbangi pula dengan minum 8 gelas air sehari dan aktivitas fisik 30 menit per hari." paparnya.

Lebih lanjut, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam keberagaman pangan. Hal ini dikarenakan Indonesia adalah negara dengan biodiversitas terbesar kedua di dunia dengan 77 jenis tanaman pangan sumber karbohidrat, 75 jenis sumber minyak atau lemak, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, serta 110 jenis rempah dan bumbu.

Terakhir, Arief menuturkan tentang ‘better collaboration’ yang mendorong upaya kolaborasi, baik di tingkat internasional, nasional, hingga daerah.

“Kolaborasi Rome-based/RBAs di tingkat negara seperti ini, harus terus ditingkatkan, untuk mengatasi malanutrisi dengan menyediakan pola makan sehat bagi anak-anak sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sistem pangan yang ada,” tukas Arief.

Indonesia akan secara konsisten mengakselerasi dan mengungkit upaya untuk memastikan pola pangan sehat bagi anak-anak. Program-program tersebut ke depannya akan terus disempurnakan dan diadaptasi berdasarkan kearifan lokal dan kondisi masyarakat di Indonesia.

Adapun hasil skor PPH Indonesia tahun 2022 berada di angka 92,9 atau melampaui target sebesar 92,8. Pencapaian ini lebih tinggi daripada tahun 2021 yang berada di angka 87,2. Untuk target skor PPH nasional pada tahun 2023 yang telah ditetapkan adalah 94,0 dan target 2024 adalah 95,2.

Sebagai informasi, UNFSS +2 merupakan forum lanjutan KTT Sistem Pangan PBB 2021 yang dilaksanakan di Roma, Italia dari Senin 24 hingga Rabu 26 Juli 2023, yang bertujuan untuk memastikan komitmen dalam mentransformasi sistem pangan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).