Megawati Soekarnoputri dan Ganjar Pranowo
JAKARTA - Calon Presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dianggap tidak leluasa menjadi capres Partai Banteng Merah karena berada di bawah bayang-bayang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Direktur Eksekutif Survei and Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara mengatakan Ganjar sama sekali tidak memiliki hak prerogratif di PDIP meskipun berstatus capres. Ia melihat justru sebaliknya, hirarki di PDIP sangat kental dengan Megawati pemegang penuh kekuasaan.
Ia menyebut, Ganjar yang merupakan sosok petugas partai dapat dengan mudah didikte oleh Megawati dan PDIP. Hal itu cenderung membuat PDIP kembali menjadikan kadernya sebagai boneka politik untuk memimpin Indonesia.
"Kalo digaris bawahi begini, Ganjar itu didikte partai makanya disebut petugas partai kalo Ganjar gak bisa mendikte PDIP yang ada sebaliknya," kata Igor saat dihubungi, Senin (10/7).
Menurutnya, Gubernur Jawa Tengah tersebut saat ini tengah bermain api karena tidak bisa keluar dari bayang-bayang Megawati. Sebagai contoh, Igor menyebut soal pernyataan Ganjar beberapa bulan lalu yang menolak Timnas Israel datang ke Indonesia dan menjadikan Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Igor mengatakan hal itu bukanlah keinginan Ganjar sepenuhnya, namun keinginan PDIP yang tak ingin Timnas Israel datang ke Indonesia. Hal itu menunjukan Ganjar sama sekali tidak memiliki hak apapun untuk membantah apalagi menolak.
"Ganjar bermain api, kesulitan dia ketika dia mengeluarkan statement menolak israel, itu bukan Ganjar yang mau, itu PDIP," tambah Igor.
Ganjar sendiri pernah mengakui hal itu saat diwawancarai oleh Najwa Shihab dalam Podcast Mata Najwa bahwa sebagai anggota partai, Ganjar hanya melaksanakan tugas kepartaiannya.