Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau HNW (tengah) menerima Delegasi Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Arab Saudi, di Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, 6 Juli 2023. (Foto: Humas MPR)
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak mahasiswa Indonesia di seluruh dunia agar dapat menjaga, melanjutkan peran pendiri bangsa. Sebab, HNW menyebutkan banyak pendiri bangsa yang dulu belajar ke luar negeri seperti di Belanda, Cairo, Makkah, dan di kota-kota di Eropa dan Timur Tengah lainnya, namun tidak lupa dengan nasib bangsa dan negaranya yang masih dijajah oleh Belanda.
Disebut Mohammad Hatta yang belajar di Belanda, Hasyim Asy’ari, A Dahlan dan Agus Salim yang belajar di Mekah, serta Mas Mansoer, Abdul Kahar Mudzakkir yang belajar di Kairo, mereka sukses dengan studinya, dan sukses ikut memperjuangkan nasib bangsa dan negara Indonesia agar merdeka dari penjajahan kolonialis Belanda.
"Meski mereka belajar di negara-negara yang jauh dari Indonesia namun para mahasiswa itu tidak lupa dengan nasib bangsa dan negaranya yang masih dijajah oleh Belanda," kata HNW dalam keterangannya, Kamis (6/7/23).
"Mereka aktif di berbagai event nasional yang fenomenal ada yang di Konggres Pemuda Indonesia yang hasilkan Sumpah Pemuda, ada juga yang di BPUPK, Panitia 9 maupun PPKI, yang perannya sangat fenomenal berkontribusi hadirkan Indonesia Merdeka dengan Pancasila dan UUD 45 serta NKRInya," sambungnya.
Hal tersebut HNW sampaikan saat menerima Delegasi Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Arab Saudi, di Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, 6 Juli 2023.
Dalam kesempatan itu, HNW mengingatkan kepada PPMI Saudi Arabia dan mahasiswa Indonesia di seluruh dunia yang terhimpun dalam PPI, agar dapat menjaga, melanjutkan peran para pendahulu mereka di atas, bahkan penting bisa ditingkatkan peran yang makin strategis itu, mengingat Indonesia juga memasuki era globalisasi, dan mahasiswa Indonesia sudah menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia, ke semua negara-negara maju.
HNW mengaku mendapat informasi dari PPMI Saudi Arabia bahwa sekarang ada 2.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Arab Saudi. Itu hampir 6 kali lipat dari jumlah mahasiswa Indonesia saat HNW kuliah di Universita Islam Madinah.
Untuk itu mereka yang belajar di Arab Saudi maupun negara lainnya, diharap memaksimalkan diri dalam menyerap ilmu dan keunggulan-keunggulan yang ada di negara-negara tempat mahasiswa Indonesia sekarang menuntut ilmu.
“Serap seluruh potensi keunggulan yang ada di negara-negara tempat studi, sehingga ketika pulang ke Indonesia mampu berkontribusi memberikan banyak nilai tambah untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa dan negara Indonesia,” ujar pria alumni Universitas Madinah, Saudi Arabia, itu.
Bagi lulusan universitas-universitas di Arab Saudi, HNW menyebut banyak hal yang ilmunya dapat dikembangkan di tanah air. Di antaranya penerapan metode pengajaran bahasa arab yang terbaik. Selain itu, dalam masalah perekonomian dan keumatan, banyak ilmu baru yang ditunggu umat untuk medalami dan mengembangkan study masalah perbankan syariah, zakat, wakaf dan lain-lain.
HNW juga berharap mahasiswa Indonesia yang kuliah di Arab Saudi agar bisa menjadi sosok yang memiliki sumber daya manusia yang unggul sebab di sana banyak fasilitas yang mendukung seperti pusatnya para ulama dunia, ada perpustakaan-perpustakaan yang hebat, serta tempatnya kota-kota suci agama Islam yang memberi semangat pada mereka.
“Keunggulan dan kelebihan belajar di sana selanjutnya agar bisa ditularkan di Indonesia. Setelah era covid 19 pun banyak perkembangan dan perubahan yang perlu diantisipasi secara keilmuan yang basisnya syariah. Agar Islam dengan ilmu dan ummatnya akan tetap bisa berkontribusi jadi solusi dan inspirasi, menjadi rahmatan lil alamin, termasuk untuk kemajuan dan kemakmuran warga bangsa dan negara Indonesia, dan peran itu perlu disiapkan oleh Mahasiswa Indonesia di Saudi Arabia dan lainnya,” pungkasnya.