Lebih dari 1,6 juta jamaah telah tiba untuk menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi. Foto: ArabNews
JAKARTA - Arab Saudi mengumumkan bahwa 1.626.500 jemaah telah tiba melalui semua pelabuhan udara, darat, dan laut Kerajaan untuk mengikuti musim haji tahun ini hingga Jumat, kata Direktorat Jenderal Paspor pada Sabtu.
Otoritas mengatakan bahwa jumlah jemaah yang datang dari luar Kerajaan melalui bandara mencapai 1.559.053, termasuk 240.137 penerima manfaat dari Makkah Route Initiative.
Sebanyak 60.617 jemaah tiba melalui pelabuhan darat, sedangkan 6.830 jemaah tiba melalui pelabuhan laut.
Direktorat Paspor menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan seluruh kemampuannya untuk memfasilitasi prosedur masuk bagi jemaah haji.
Ini termasuk melengkapi platformnya di pelabuhan udara, darat, dan laut internasional dengan perangkat teknologi terbaru, yang dioperasikan oleh kader manusia yang berkualifikasi dan mahir dalam berbagai bahasa.
Sementara itu, Presiden Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi Abdullah bin Sharaf Al-Ghamdi mengeluarkan pernyataan kepada Saudi Press Agency baru-baru ini tentang penggunaan teknologi canggih Kerajaan termasuk kecerdasan buatan selama haji tahun ini.
Dia menambahkan bahwa otoritas berusaha setiap tahun untuk memastikan “pemberdayaan digital entitas pemerintah yang bekerja dalam (mendukung) haji” dan untuk mendukung mereka dalam menjalankan tugasnya.
Lebih dari 30 juru bahasa yang mahir dalam sejumlah bahasa telah dipekerjakan untuk mendidik dan membantu para peziarah. Juru bahasa akan tersedia di lokasi, tetapi juga melalui internet atau telepon. Otoritas Saudi juga telah menggunakan papan tanda multibahasa untuk memandu jemaah selama perjalanan haji mereka.
Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan di Mekkah yang diwakili oleh Sekretariat Jenderal Tamu Program Penjaga Dua Masjid Suci Haji dan Umrah mengumumkan kedatangan rombongan pertama jamaah haji Palestina yang mengikuti acara ini. program tahunan pada hari Sabtu, mengikuti arahan Raja Salman bahwa Arab Saudi akan menampung 1.000 peziarah Palestina. Kelompok itu terdiri dari 329 orang dari keluarga para martir, orang-orang yang terluka, dan tahanan.