Jemaah haji Indonesia tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji tahunan. Foto: ArabNews
JAKARTA - Pihak berwenang Indonesia mengakui dan menghargai kepedulian dan perhatian Saudi dalam menangani jemaah haji dari negara tersebut, kata para pejabat saat negara Asia Tenggara itu mengirimkan kontingen terbesar dunia untuk haji tahun ini.
Hampir 230.000 jemaah dari negara mayoritas Muslim terbesar di dunia akan menunaikan ibadah haji, sekitar sepertiga dari mereka manula atau berusia di atas 65 tahun.
“Sejauh ini dan secara umum, keberangkatan haji dari Indonesia berjalan dengan baik dan sebagian besar berjalan sesuai rencana,” kata Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah, Eko Hartono, kepada Arab News, Selasa, 13 Juni 2023.
Karena banyaknya penerbangan, Hartono mengatakan awalnya ada kesulitan logistik, tapi sudah bisa diatasi. Penerbangan haji dari Indonesia dijadwalkan berlanjut hingga 22 Juni.
“Arab Saudi telah melakukan upaya maksimal dalam memfasilitasi (jemaah haji). Mereka bahkan datang ke Indonesia untuk pemeriksaan guna menyelesaikan masalah penerbangan,” imbuhnya.
“Mereka juga menyediakan layanan jalur cepat, atau inisiatif Rute Makkah, bagi jemaah dari bandara di Jakarta. Semoga inisiatif ini dapat meluas ke bandara lain di Indonesia.”
Diluncurkan pada tahun 2019 di negara-negara mayoritas Muslim, inisiatif Rute Makkah unggulan Arab Saudi memungkinkan jemaah haji untuk memenuhi semua persyaratan visa, bea cukai, dan kesehatan di satu tempat, di bandara asal, dan menghemat waktu lama menunggu sebelum dan setelah mencapai Kerajaan.
Menteri Agama Indonesia Yaqut Cholil Qoumas mengatakan kualitas dan ketepatan waktu penerbangan telah meningkat untuk keberangkatan haji putaran kedua dari Indonesia.
“Komunikasi kami dengan pemerintah Saudi, termasuk dengan duta besar Saudi dan semua pihak sangat efektif karena selalu ada peningkatan,” tambah Qoumas.
“Peningkatan layanan penerbangan ini menunjukkan kepedulian pemerintah Saudi untuk memfasilitasi jemaah haji Indonesia. Saya menghargainya.”