• Info MPR

Jamaah Haji Diingatkan Jaga Hati hingga Nama Baik Indonesia

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 22/05/2023 14:41 WIB

Jamaah Haji Diingatkan Jaga Hati hingga Nama Baik Indonesia Wakil Ketua MPR Yandri Susanto menghadiri Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Serang, yang digelar di Masjid Al Bantani, Komplek Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang, Banten, 21 Mei 2023. (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR Yandri Susanto mengingatkan jamaah haji dari Indonesia untuk menjaga tiga hal saat melaksanakan ibadah haji, yakni hati, kesehatan, dan nama baik Indonesia. 

Hal demikian disampaikan Yandri saat menghadiri Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Serang, yang digelar di Masjid Al Bantani, Komplek Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang, Banten, 21 Mei 2023.

Pada kesempatan itu, Yandri mengatakan, ibadah haji merupakan ibadah yang banyak godaannya sehingga hati mudah tergelincir. Ia mencontohkan, sebelum dan sesudah ibadah haji, ada jamaah yang secara sadar atau tidak sadar ingin dipuji oleh keluarga, tetangga, dan masyarakat.

"Dalam hati mereka ada yang ingin orang lain mengatakan, dia hebat sudah berangkat haji. Tidak hanya orang lain ingin memuji namun dalam hati jamaah sendiri ada yang menyebut, saya sudah bisa naik haji, sedang tetangga yang kaya malah belum. Ada yang sombong setelah dapat gelar haji,” kata Yandri dalam keterangannya, Senin (22/5/23).
    
Perasaan yang demikian, menurut Yandri Susanto jangan dilakukan. “Itu nggak boleh, jadi tolong jaga hati dengan perbanyak dzikir. Bila hati tidak dijaga maka akan muncul sifat riya, suka pamer, ingin dipuji," ujarnya.
 
Yandri juga mengingatkan jamaah haji agar senantiasa menjaga stamina dan kesehatan, karena ibadah haji merupakan ibadah fisik yang memerlukan kondisi kesehatan prima dalam setiap rangkaiannya.
 
“Tawaf, sa’i, dan wukuf, tidak bisa digantikan dengan uang atau orang lain. Jangan sampai nanti saat wukuf kita sakit. Saat sakit bisa saja melakukan wukuf namun tidak sempurna. Oleh karena itu tolong jaga kesehatan. Haji itu ibadah fisik," tegasnya.
 
Selain itu, kata Yandri, kondisi Arab Saudi berbeda dengan Indonesia. Di negara kaya minyak itu suhu bisa mencapai 50 derajad celcius. Suhu yang demikian disebut sangat ekstrem. Untuk itu dirinya berharap agar jamaah haji dari Indonesia mengurangi kegiatan di luar hotel.

“Kurangi jalan-jalan dan kurangi hal-hal yang tidak perlu dilakukan. Banyak minum dan istirahat yang cukup untuk menjaga stamina sebab ibadah haji sampai 40 hari," kata Yandri.
 
Yandri juga mengingatkan agar jamaah haji menjaga nama baik Indonesia. Menurutnya, selama ini jamaah haji dari Indonesia terkenal dengan keramahannya. "Saking ramahnya saat kesenggol atau keinjak jamaah dari negara lain tetap diam. Sabar saja bila mengalami nasib yang demikian. Doakan terbaik,” ujarnya.
 
Kepada jamaah haji, Yandri berdoa agar semua menjadi haji yang mabrur. “Haji yang mabrur itu tidak ada balasannya kecuali surga dari Allah”, ujarnya.

Sebagai informasi, kegiatan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Serang ini diikuti oleh 1132 jamaah haji. Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Nanang Fatchrohman, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Serang Ahmad Rifaufin, dan Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji setempat.
 
Selepas hadir dalam manasik haji di Masjid Al Bantani, Yandri melakukan hal yang sama di Kota Cilegon, Banten. Di hadapan 688 jamaah haji dari kota itu dirinya berharap yang sama seperti ungkapan di atas.