• News

Hizbullah Lebanon Bantah Terkait dengan Gembong Narkoba yang Terbunuh di Suriah

Yati Maulana | Sabtu, 13/05/2023 18:30 WIB
Hizbullah Lebanon Bantah Terkait dengan Gembong Narkoba yang Terbunuh di Suriah Pemimpin Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah berbicara kepada para pendukungnya lewat layar lebar di desa Jebshit, Lebanon selatan 16 Februari 2023. Foto: Reuters

JAKARTA - Kepala kelompok bersenjata Hizbullah Libanon yang kuat pada Jumat membantah kelompoknya terlibat dalam penyelundupan narkotika dan mengatakan tidak memiliki hubungan dengan tersangka gembong narkoba yang terbunuh di Suriah pekan ini.

Pada hari Senin, serangan udara Yordania yang jarang terjadi menewaskan seorang penyelundup narkoba di Suriah selatan dan menghantam sebuah pabrik narkotika yang sumber-sumber lokal dan intelijen terkait dengan Hizbullah.

"Kami tidak menyelundupkan narkoba, kami menyelundupkan senjata," kata Sayyed Hassan Nasrallah dalam pidato yang disiarkan televisi, dengan mengatakan kelompok itu tidak akan pernah "terkontaminasi dengan kotoran narkoba."

Nasrallah mengatakan tuduhan itu "kebohongan, ketidakadilan, pengkhianatan, konspirasi" dan mengisyaratkan bahwa partainya membantu mengekang perdagangan narkoba di Lebanon.

"Saya bisa mengatakannya untuk pertama kalinya. Di banyak daerah, jika bukan karena Hizbullah, apakah negara Lebanon dapat melakukan apa yang dilakukannya sekarang, dalam hal membongkar pabrik captagon dan menghadapi banyak sarang dan geng narkoba di Libanon?" katanya.

Captagon adalah obat mirip amfetamin yang menurut pejabat regional diproduksi di Suriah dan sebagian di sepanjang perbatasan Lebanon, kemudian diekspor ke Teluk. Mereka menuduh Hizbullah berperan dalam produksi dan perdagangan dan pada bulan Maret memberikan sanksi kepada dua orang yang berafiliasi dengan kelompok tersebut.

Faksi Islam Syiah konservatif didirikan pada tahun 1982 di Lebanon oleh Korps Pengawal Revolusi Iran. Dikatakan senjata diperlukan untuk melindungi Lebanon, tetapi lawan-lawannya mengatakan persenjataan kelompok itu merusak negara.