• Oase

Rencana Nabi Sulaiman AS Atas Strategi Ratu Bilqis

| Kamis, 27/04/2023 07:30 WIB
Rencana Nabi Sulaiman AS Atas Strategi Ratu Bilqis Ilustrasi (foto:merdeka)

Jakarta - Berdakwah menyeru manusia merupakan amalan yang agung. Namun untuk melakukannya diperlukan ilmu dan cara yang bijaksana (dakwah bil-hikmah). Sehingga manusia dapat menerima ajakan dakwah tersebut. Sebagaimana kisah berikut.

Dikisahkan para utusan negeri Saba’ tiba di kerajaan nabi Sulaiman `alaihissalam. Maka nabi yang memiliki kerajaan yang tidak ada bandingannya hingga kapanpun ini menjadi marah. Beliau `alaihissalam marah ketika delegasi negeri Saba’ menghadap dengan membawa hadiah.

Beliau `alaihissalam mengajarkan kepada mereka bahwa dirinya tidak bisa dibeli dengan berbagai hadiah. Beliau `alaihissalam menekankan bahwa apa yang dikaruniakan Allah Azza wa Jalla kepada dirinya lebih baik daripada yang mereka miliki. Sedang mereka merasa bangga dengan hadiah yang diberikan kepada orang lain.

Kemudian nabi yang salih ini berkata kepada para duta tersebut,”Kembalilah kepada mereka! Sungguh, kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba’) dengan terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina.” (QS. An-Naml [ke-27] : 37).

Maka pulanglah utusan negeri Saba’. Nabi yang mulia ini berkeyakinan bahwa ratu Bilqis akan takut dengan ancamannya tersebut. Beliau `alaihissalam menduga sang ratu akan segera datang menyerahkan diri sesuai rencananya.

Ternyata tepat sesuai yang direncanakan. Singkat cerita, mulailah ratu Bilqis diiringi pasukannya keluar dari negeri Saba’. Mereka akan menyerahkan diri kepada nabi Sulaiman `alaihissalam.

Setelah mereka keluar, putera nabi Daud `alaihissalam ini pun menyiapkan rencana selanjutnya. Beliau `alaihissalam ingin singgasana ratu Bilqis ada di hadapannya sebelum mereka tiba.

´Ifrit dari golongan jin menawarkan diri untuk melakukannya. Dia menyanggupi akan mendatangkan singgasana itu sebelum nabi Sulaiman `alaihissalam berdiri dari tempat duduk. Namun ternyata ada orang yang sangat hebat untuk melakukannya.

"Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya, Maha Mulia."(QS. An-Naml [ke-27] : 40).

Nabi Sulaiman `alaihissalam pun bersyukur kepada Allah ﷻ ketika melihat singgasana tersebut telah ada di hadapannya. Kemudian beliau `alaihissalam menugaskan untuk mengubah singgasana tersebut. Nabi Sulaiman `alaihissalam ingin mengetahui apakah sang ratu mengenali singgasananya atau tidak.

Semoga kita bisa memperoleh hikmah dari ksah ini. (Kontributor : Dicky Dewata)