Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri rapat pleno Komite Pusat Partai Buruh Korea di Pyongyang, Korea Utara, 1 Maret 2023. Foto: Reuters
Jakarta - Jepang bersiap menembak jatuh satelit mata-mata Korea Utara (Korut) jika jatuh di dalam wilayah mereka. Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada memerintahkannya pada Sabtu, 22 April 2023.
Menempatkan satelit ke orbit akan membutuhkan proyektil jarak jauh, yang dilarang diluncurkan Korea Utara karena PBB memandang latihan seperti itu sebagai uji coba teknologi rudal balistik.
Menteri Pertahanan Jepang, Yasukazu Hamada mengatakan kepada Pasukan Bela Diri negara itu " "Ia berpotensi memerintahkan penghancuran rudal balistik," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Channel News Asia.
Persiapan termasuk membuat pengaturan untuk mengerahkan pasukan ke prefektur selatan Okinawa untuk "meminimalkan kerusakan jika rudal balistik jatuh".
Dia memerintahkan persiapan pengerahan kapal perusak yang dilengkapi dengan pencegat rudal SM-3, serta unit militer di Okinawa yang dapat mengoperasikan rudal Patriot PAC-3.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan persiapan untuk rencana peluncuran satelit mata-mata pertama negara itu harus dilanjutkan untuk melawan ancaman yang dirasakan dari Amerika Serikat dan Korea Selatan, media pemerintah melaporkan pada hari Rabu.
Pada 2012 dan 2016, Korea Utara menguji rudal balistik yang disebut Pyongyang sebagai peluncuran satelit.
Kedua rudal terbang di atas wilayah Okinawa.
Media Jepang melaporkan Sabtu bahwa kementerian pertahanan mengeluarkan perintah persiapan yang sama pada 2012.
Pyongyang belum memberikan tanggal peluncuran, dengan pemimpin Kim Jong Un hanya mengatakan satelit akan dikirim "pada tanggal yang direncanakan".
Pada hari Selasa, pertemuan para menteri luar negeri G7 di Jepang menuntut Korea Utara menahan diri dari uji coba rudal balistik lebih lanjut menyusul serentetan peluncuran tahun ini.
Kelompok negara-negara kaya itu juga memperingatkan Pyongyang agar tidak melakukan uji coba senjata nuklir dan mengatakan akan ada tanggapan "kuat" jika tidak dipatuhi.
Seminggu yang lalu, Pyongyang mengatakan telah berhasil menguji rudal balistik antarbenua berbahan bakar padat, menyebutnya sebagai terobosan untuk kemampuan serangan balik nuklir negara itu.
Sumber: CNA