Ilustrasi berdoa (foto:umroh)
Jakarta - Manusia menginginkan memiliki harta dan kendaraan yang baik. Perbendaharaan dunia tersebut akan bermanfaat dan bernilai pahala jika dikelola dan digunakan dengan benar dan diniatkan untuk ibadah. Berikut ini dikisahkan bagaimana seorang hamba yang beriman menyikapi hal tersebut.
Nabi Sulaiman `alaihissalam bukan hanya sekedar seorang nabi, melainkan juga seorang raja. Beliau `alaihissalam sanggup mengurus keduniaan dan sangat rajin beribadah. Bahkan nabi yang mulia ini selalu cepat bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala ketika melakukan kesalahan.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surah (ke-38) Shad ayat 31-32,
”(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore. Maka dia berkata, “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan.”
Dikisahkan dalam tafsir at-Thobari, bahwa suatu ketika nabi Sulaiman `alaihissalam dihadapkan pertunjukan kuda-kuda pilihan. Sekumpulan kuda tersebut disiapkan untuk jihad (perang) di jalan Allah ﷻ. Semua kuda indah tersebut berjalan di hadapan nabi yang sangat taat ini, hingga terus berjalan dan tidak kelihatan lagi oleh beliau `alaihissalam.
Lalu nabi Sulaiman `alaihissalam meminta agar semua kuda tersebut dihadapkan lagi kepada beliau `alaihissalam untuk kedua kalinya. Kemudian, beliau mengusap dan menghilangkan debu serta keringat dari kuda-kuda tersebut. Begitu perhatian beliau `alaihissalam membersihkan kuda-kuda yang dipersiapkan untuk berjihad di jalan Allah ﷻ tersebut.
Nabi sekaligus raja bani Israil ini merasa senang dan terhibur. Hingga tiba matahari tenggelam, beliau `alaihissalam pun tersadar. Nabi yang salih ini telah lupa sejenak untuk berzikir petang kepada Allah ﷻ karenanya.
Kisahnya diabadikan Al-Qur’an dalam surah (ke-38) Shad ayat 33,“Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku”. Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.”
Berdasarkan tafsir Al-Qurthubi, bahwa setelah nabi Sulaiman `alaihissalam sadar atas kelalaiannya tersebut. Beliau `alaihissalam meminta agar semua kuda tersebut dikembalikan di hadapannya. Nabi yang berasal dari bani Israil ini mengikhlaskan dan menginfakkan di jalan Allah ﷻ. Maka, disembelihlah semua kuda tersebut di kaki dan lehernya. Kemudian dibagi-bagikan kepada fakir miskin.
Suatu sikap yang luar biasa dari nabi Sulaiman `alaihissalam. Betapa kuatnya ibadah beliau `alaihissalam. Betapa menyesal dan bertobatnya putera nabi Daud `alaihissalam ini karena lupa sejenak dari mengingat Allah ﷻ.
Sedangkan banyak dari kita yang dilalaikan dari urusan dunia bahkan mungkin urusan yang kecil sudah bisa melalaikan (lupa) kita dari mengingat Allah ﷻ.
Semoga kisah ini bisa memotivasi kita agar tidak lalai dari mengingat Allah ﷻ. (Kontributor : Dicky Dewata)