• News

Taiwan Bakal Beli 400 Rudal Anti-Kapal AS untuk Hadapi Ancaman China

| Selasa, 18/04/2023 11:06 WIB

Taiwan Bakal Beli 400 Rudal Anti-Kapal AS untuk Hadapi Ancaman China Tentara angkatan udara memuat rudal anti-kapal Harpoon AGM-84 buatan A.S. di pangkalan udara di Hualien, Taiwan, 17 Agustus 2022. Foto Reuters

JAKARTA - Taiwan akan membeli sebanyak 400 rudal Harpoon yang diluncurkan AS di tengah meningkatnya ancaman dari China. Bloomberg News melaporkan pada Senin, mengutip pemimpin kelompok perdagangan dan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Pentagon mengumumkan kontrak senilai $1,17 miliar untuk 400 rudal anti-kapal pada 7 April tanpa menyebut nama pembeli. Pentagon mengatakan produksi diharapkan selesai pada Maret 2029. Bloomberg mengatakan Taiwan adalah pembelinya.

Pentagon menolak untuk mengomentari langsung kesepakatan itu, tetapi mengatakan: "Amerika Serikat menyediakan artikel dan layanan pertahanan Taiwan yang diperlukan untuk memungkinkannya mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai."

Pada tahun 2020, Taiwan mengatakan akan membeli rudal anti-kapal Harpoon buatan Boeing sebagai bagian dari upaya modernisasi militernya.

Ketika ditanya tentang laporan berita tersebut, juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan Sun Li-fang mengatakan pada konferensi media reguler bahwa kementerian tersebut sebelumnya telah mengungkapkan informasi tentang pembelian tersebut, menambahkan bahwa "yakin" kesepakatan itu akan berlanjut sesuai jadwal.

Kontrak dengan Boeing (BA.N) yang dikeluarkan oleh Komando Sistem Angkatan Laut AS atas nama Taiwan menandai pertama kalinya Taiwan akan mendapatkan versi seluler yang diluncurkan dari darat, kata laporan Bloomberg, mengutip Rupert Hammond-Chambers, presiden AS. -Dewan Bisnis Taiwan. Itu sebelumnya telah membeli versi yang diluncurkan kapal.

Boeing merujuk pertanyaan ke Pentagon.

Bulan ini, Ketua DPR AS Kevin McCarthy menjamu Presiden Taiwan Tsai Ing-wen di California dan menekankan perlunya mempercepat pengiriman senjata ke Taiwan dalam menghadapi meningkatnya ancaman dari China.

Setelah pertemuan tersebut, Mike Gallagher, ketua Partai Republik dari Komite Pemilihan DPR untuk Partai Komunis China, mengatakan dia ingin mencari cara untuk membawa rudal Harpoon ke Taiwan lebih cepat dari yang dijadwalkan ke Arab Saudi.