Ilustrasi Qorun dibenamkan ke bumi (foto: muslimidia)
Jakarta - Dia orang yang bergelimang dalam kekayaan dan kemewahan. Rumahnya megah dan hartanya melimpah. Gudang perbendaharaan hartanya pun sangat banyak. Bahkan jika seluruh kunci gudang hartanya dipikulkan kepada puluhan orang yang kuat, maka mereka akan berjalan sempoyongan karena terlalu banyaknya.
Wajar saja banyak orang yang kagum dan berharap memiliki kekayaan sepertinya. Ingin meraih sukses yang sama juga. Namun Allah Azza wa Jalla mengazabnya. Bahkan dijadikan pelajaran untuk hamba-hambaNya sepanjang masa. Lantas, apakah yang menyebabkan dirinya diazab?
Ternyata yang membuat hartawan ini diazab Allah Subhanahu wa ta’ala tidak lain disebabkan kesombongan dan keangkuhannya. Bahkan ketika Nabi `alaihissalam mengingatkan kelalaiannya ini, disebutlah Nabinya `alaihissalam adalah seorang ahli sihir yang pendusta.
Sang hartawan tidak mengindahkan nasehat dan peringatan Nabinya `alaihissalam. Tidak lagi memandang hubungan kekerabatan dengan Nabi `alaihissalam ini. Diabaikan berbagai petuah dari kaumnya. Bahkan teguran Allah ﷻ dari langitpun dianggap angin lalu. Kesuksesannya telah menutup hati dan membutakan matanya. Baginya, sukses itu jika memiliki perbendaharaan dunia sebanyaknya.
Semakin larutlah dia mengejar harta dan meninggalkan urusan akhiratnya. Kepongahannya telah menafikan Allah ﷻ. Zat Yang Maha Kaya, yang menganugerahi apa yang disenanginya ini. Sehingga sang hartawan mengatakan bahwa sesungguhnya dia memiliki harta, semata-mata karena ilmu dan kepandaiannya.
Perbuatannya telah melampaui batas. Kesuksesannya tidak membuatnya bersyukur. Perbendaharaan dunia menjauhkannya dari berkah. Kemilau harta menjadikannya berlaku angkuh dan sombong. Sebagaimana Fir’aun angkuh dan sombong dengan kekuasaannya, begitu juga Haman dengan jabatannya.
Allah ﷻ pun mengazab sang hartawan tatkala dia berada di atas puncak kesombongannya, titik nadir keangkuhan dirinya. Allah Azza wa Jalla membenamkan sang hartawan ini ke bumi. Tiada seorangpun yang dapat menyelamatkannya. Demikian juga harta yang selama ini dibanggakannya tidak mampu menolongnya.
Dialah Qarun, sang crazy rich yang hidup di masa nabi Musa dan nabi Harun `alaihimus salam bersama bani Israil lainnya.
Allah ﷻ berfirman dalam surah (ke-28) Al-Qashash ayat 81,"Maka Kami benamkan dia (Qarun) beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.”
Dalam Tafsir Ibnu Katsir 6/257, dijelaskan bahwa Qarun beserta hartanya akhirnya ditenggelamkan ke dalam bumi. Bahkan, disebutkan oleh sebagian ahli tafsir, bahwa seluruh anak buahnya pun ikut ditenggelamkan, sehingga tidak ada penolong baginya.
Patut menjadi renungan bersama melalui sabda nabi ﷺ dalam hadis riwayat Muslim rahimahullah 1/93 no. 147,"Tidak akan masuk ke dalam surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan meskipun hanya sekecil biji zarrah.”
Semoga kita senantiasa mensyukuri semua nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala. (Kontributor : Dicky Dewata)