• News

Dianggap Tidak Bertanggungjawab, Presiden Taiwan Kecam Latihan Militer China

| Selasa, 11/04/2023 16:04 WIB

Dianggap Tidak Bertanggungjawab, Presiden Taiwan Kecam Latihan Militer China Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berbicara selama konferensi pers di Taipei, Taiwan 27 Januari 2023. Foto: Reuters

JAKARTA - Latihan militer China telah menyebabkan ketidakstabilan di Taiwan dan kawasan itu dan merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab untuk negara besar, tulis Presiden Taiwan Tsai Ing-wen di Facebook setelah Beijing mengakhiri latihan tiga hari di sekitar pulau itu.

China memulai latihan perang pada hari Sabtu setelah Tsai kembali ke Taipei setelah pertemuan di Los Angeles dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy.

China, yang memperingatkan AS untuk tidak mengizinkan Tsai mengunjungi atau bertemu McCarthy, tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau yang diperintah secara demokratis itu di bawah kendali Beijing. Pemerintah Taiwan sangat membantah klaim China dan berulang kali mengecam latihan tersebut.

Menulis di halaman Facebooknya sesaat sebelum tengah malam pada hari Senin, Tsai mengatakan bahwa sebagai presiden, "Saya mewakili negara saya kepada dunia", dan bahwa kunjungannya ke luar negeri termasuk singgah di Amerika Serikat bukanlah hal baru dan seperti yang diharapkan rakyat Taiwan.

"Namun, China menggunakan ini untuk melancarkan latihan militer, menyebabkan ketidakstabilan di Taiwan dan kawasan. Ini bukan sikap bertanggung jawab untuk negara besar di kawasan," katanya.

China mensimulasikan serangan presisi dan blokade Taiwan selama latihan, mengirimkan puluhan jet tempur dan pembom.

Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan bahwa pada hari Senin, 91 pesawat militer China terbang dalam misi di sekitar pulau itu.

Kantor Berita Pusat resmi Taiwan mengatakan itu adalah rekor, meskipun kementerian mengatakan tidak dapat memverifikasi apakah itu benar.

Tsai mengatakan bahwa angkatan bersenjata dan penjaga pantai Taiwan bereaksi dengan tenang dan profesional, dan dia berterima kasih kepada semua orang yang terlibat.

"Meskipun latihan militer China telah berakhir, militer negara dan tim keamanan nasional akan terus bertahan pada posisi mereka dan membela negara," tambahnya.