• News

Amerika Pantau Ketat Latihan Militer China di Perairan Sekitar Taiwan

| Minggu, 09/04/2023 17:05 WIB

Amerika Pantau Ketat Latihan Militer China di Perairan Sekitar Taiwan Tentara berdiri di geladak kapal perang Tiongkok saat berlayar selama latihan militer di perairan antara China dan Taiwan Tiongkok, 8 April 2023. Foto Reuters

JAKARTA - Amerika Serikat memantau latihan China di sekitar Taiwan dengan cermat dan "nyaman dan percaya diri" memiliki sumber daya dan kemampuan yang cukup secara regional untuk memastikan perdamaian dan stabilitas, kata kedutaan de facto AS di Taiwan pada Minggu.

China, yang mengklaim Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, memulai latihan militer selama tiga hari di sekitar pulau itu pada Sabtu, sehari setelah Presiden Taiwan Tsai Ing-wen kembali dari Amerika Serikat.

Saat berada di Los Angeles, pada apa yang secara resmi disebut sebagai "transit" dalam perjalanan pulang dari Amerika Tengah, Tsai bertemu dengan ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Kevin McCarthy, meskipun Beijing memperingatkannya.

"Kami memantau tindakan Beijing dengan cermat," kata juru bicara American Institute di Taiwan, yang berfungsi sebagai kedutaan de facto Amerika Serikat tanpa adanya hubungan diplomatik formal.

"Seperti yang telah kami katakan, tidak ada alasan bagi Beijing untuk mengubah transit ini - yang konsisten dengan praktik dan kebijakan AS yang sudah berlangsung lama - menjadi sesuatu yang bukan atau menggunakannya sebagai dalih untuk bereaksi berlebihan," tambah juru bicara itu.

Saluran komunikasi AS dengan China tetap terbuka dan Amerika Serikat secara konsisten mendesak pengekangan dan tidak mengubah status quo, kata juru bicara itu.

"Kami merasa nyaman dan percaya diri bahwa kami memiliki sumber daya dan kemampuan yang cukup di kawasan untuk memastikan perdamaian dan stabilitas dan untuk memenuhi komitmen keamanan nasional kami."

Amerika Serikat memutuskan hubungan diplomatik dengan Taipei demi Beijing pada tahun 1979, tetapi terikat oleh undang-undang untuk menyediakan pulau itu sarana untuk mempertahankan diri.

China mengatakan Taiwan adalah masalah paling penting dan sensitif dalam hubungannya dengan Amerika Serikat, dan topik tersebut sering menjadi sumber ketegangan China-AS.