• News

Rudal Israel Serang Gedung di Damaskus Tengah, Lima Tewas

| Minggu, 19/02/2023 14:30 WIB

Rudal Israel Serang Gedung di Damaskus Tengah, Lima Tewas Pemandagan umum Damaskus, Suriah, 22 April 2021. Foto: Reuters

JAKARTA - Sebuah serangan roket Israel pada Minggu pagi menghantam sebuah bangunan di lingkungan Kafr Sousa di Damaskus tengah dekat sebuah kompleks keamanan besar yang dijaga ketat dekat dengan instalasi Iran, menewaskan lima orang, kata saksi dan pejabat.

Serangan yang ditargetkan dan langka itu merusak beberapa bangunan di distrik padat penduduk dekat alun-alun Umayyah di jantung ibu kota, di mana bangunan keamanan bertingkat terletak di dalam kawasan pemukiman.

Seorang pejabat polisi mengatakan kepada media pemerintah bahwa ada beberapa korban dan luka-luka.

Seorang juru bicara militer Israel menolak berkomentar.

Mengutip sumber militer, media pemerintah mengatakan Israel telah melakukan serangan udara yang menargetkan beberapa daerah di ibu kota tak lama setelah tengah malam, menyebabkan lima kematian dan 15 luka-luka di antara warga sipil, dan kerusakan beberapa bangunan tempat tinggal.

"Itu menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga sipil dan kerusakan material di sejumlah lingkungan di Damaskus dan sekitarnya," kata tentara dalam sebuah pernyataan.

Belum jelas apakah serangan itu ditujukan pada individu tertentu.

Komandan tertinggi Hezbollah Pro-Iran Imad Moughniyeh tewas pada tahun 2008 dalam pemboman di Kafr Sousa, daerah yang dijaga ketat di mana penduduk mengatakan beberapa badan keamanan Iran berada, termasuk pusat budaya utama.

Selama hampir satu dekade, Israel telah melakukan serangan udara terhadap dugaan transfer senjata yang disponsori Iran dan penempatan personel di Suriah. Pejabat Israel jarang mengakui tanggung jawab untuk operasi tertentu.

Iran telah memperluas kehadiran militernya di Suriah dalam beberapa tahun terakhir dan memiliki pijakan di sebagian besar wilayah yang dikuasai negara, dengan ribuan anggota milisi dan kelompok paramiliter lokal di bawah komandonya, kata sumber intelijen Barat.

Israel juga dalam beberapa bulan terakhir mengintensifkan serangan di bandara dan pangkalan udara Suriah untuk mengganggu peningkatan penggunaan jalur pasokan udara Iran untuk mengirimkan senjata ke sekutu di Suriah dan Lebanon, termasuk Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.

Serangan itu adalah bagian dari eskalasi konflik intensitas rendah yang tujuannya adalah untuk memperlambat kubu pertahanan Iran yang tumbuh di Suriah, kata pakar militer Israel.

Milisi proksi Iran, yang dipimpin oleh Hizbullah Libanon, sekarang memegang kekuasaan di wilayah yang luas di Suriah timur, selatan dan barat laut dan di beberapa pinggiran kota di sekitar ibu kota.

Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak pernah secara terbuka mengakui bahwa pasukan Iran beroperasi atas namanya dalam perang saudara Suriah, mengatakan Teheran hanya memiliki penasihat militer di lapangan.