• News

Polisi Spanyol Yakin Asal Bom Surat adalah Kota Valladolid

Yati Maulana | Minggu, 04/12/2022 21:01 WIB
Polisi Spanyol Yakin Asal Bom Surat adalah Kota Valladolid Sebuah kendaraan Penjaga Sipil Spanyol memasuki Pangkalan Angkatan Udara Torrejon de Ardoz, di luar Madrid, Spanyol 1 Desember 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Polisi Spanyol mengatakan enam bom surat yang dikirim ke sasaran profil tinggi dalam beberapa hari terakhir tampaknya telah dikirim dari kota Valladolid di utara, kata seorang sumber yang dekat dengan penyelidikan kepada Reuters pada Sabtu.

Perangkat tersebut dikirim ke sasaran termasuk Perdana Menteri Pedro Sanchez, Kedutaan Besar Ukraina di Madrid, kantor pemerintah, perusahaan satelit Uni Eropa, dan Kedutaan Besar AS antara 24 November dan 2 Desember.

Sebagian besar bom surat berhasil dijinakkan, meskipun seorang karyawan di kedutaan Ukraina terluka ringan saat salah satu perangkat dinyalakan.

Belum ada orang yang teridentifikasi sebagai pengirim paket, kata sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya untuk membahas penyelidikan.

Sebelumnya diberitakan, Spanyol meningkatkan keamanan di gedung publik dan diplomatik setelah serentetan bom surat, termasuk satu yang dikirim ke Perdana Menteri Pedro Sanchez dan satu lagi ke kedutaan Ukraina di Madrid, di mana seorang pejabat menderita luka ringan.

Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan bahwa "amplop dengan bahan piroteknik" yang ditujukan kepada Sanchez telah diterima pada 24 November dan dilucuti oleh tim keamanannya.

Perangkat itu "mirip" dengan paket yang kemudian diterima oleh kedutaan Ukraina dan sebuah perusahaan senjata Spanyol pada hari Rabu, katanya, dan sebuah perangkat dicegat di pangkalan angkatan udara Spanyol Torrejon de Ardoz pada dini hari Kamis pagi.

Perangkat kelima diterima di Kementerian Pertahanan Spanyol pada Kamis pagi dan dijinakkan oleh petugas polisi spesialis, kata seorang juru bicara kementerian pertahanan kepada Reuters.

Sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan kepada Reuters bahwa perangkat yang dikirim ke kantor perdana menteri, kedutaan Ukraina, pangkalan udara, dan produsen senjata berada dalam amplop coklat yang sama dan ditujukan kepada kepala masing-masing institusi.

Paket itu berisi bubuk mesiu lepas dengan mekanisme pengapian listrik yang akan membuat bubuk mesiu itu terbakar, bukannya meledak, kata sumber itu.