Anggota tim penyelamat mengeluarkan mobil dari air setelah tanah longsor di pulau Ischia, tempat liburan Italia, 27 November 2022. Foto: Reuters
JAKARTA - Petugas darurat meningkatkan upaya pada hari Minggu untuk menemukan 11 orang hilang di pulau Ischia, pusat liburan di Italia selatan, sehari setelah tanah longsor yang disebabkan oleh hujan deras menghancurkan sebuah kota kecil.
Penyelam penyelamat sedang mencari di perairan lepas pelabuhan Casamicciola Terme, di mana gelombang lumpur, puing-puing dan batu pecah dari gunung tertinggi pulau itu pada hari Sabtu dan menabrak rumah dan jalan, menewaskan sedikitnya satu orang.
Beberapa mobil teseret ke laut. Rekaman video udara menunjukkan beberapa bangunan hancur akibat tanah longsor, yang melanda kota. Seorang warga menggambarkan melihat air terjun berupa air dan lumpur.
Prefek Napoli, Claudio Palomba, mengatakan pada Minggu jumlah korban tewas masih satu tetapi 11 orang hilang, menambahkan bahwa kondisi cuaca yang membaik akan membantu upaya pencarian.
Padat penduduknya, Ischia adalah pulau vulkanik yang terletak sekitar 30 km (19 mil) dari Naples. Ini menarik pengunjung ke pemandian air panas dan garis pantainya yang indah.
Dua keluarga, termasuk beberapa anak, diyakini termasuk di antara yang hilang, menurut pejabat setempat.
Pemerintah baru Italia yang dipimpin oleh Giorgia Meloni mengadakan rapat kabinet pada hari Minggu dan mengeluarkan keputusan yang bertujuan memberikan bantuan cepat kepada orang-orang yang membutuhkan setelah bencana.
Keputusan tersebut mencakup paket bantuan awal sebesar 2 juta euro, kata Menteri Perlindungan Sipil Nello Musumeci kepada wartawan.
Statistik menunjukkan pulau berbukit itu memiliki sejumlah besar rumah yang dibangun secara ilegal, menempatkan penduduknya dalam risiko permanen akibat banjir dan gempa bumi.
"Orang-orang harus memahami bahwa mereka tidak dapat tinggal di beberapa daerah dan bangunan di daerah berisiko harus dirobohkan," kata gubernur Campania Vincenzo De Luca kepada penyiar RAI pada hari Minggu.